Yamaha Lexi

71 Ribu Kendaraan Lalui GT Pengganti Cikarut di Hari Perdana Operasi

  Minggu, 26 Mei 2019   Ananda Muhammad Firdaus
Pekerja beraktivitas dalam proyek pembangunan Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama di Cikampek, Karawang, Jawa Barat, Rabu (22/5/2019). (ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar)
BEKASI, AYOBANDUNG.COM--Pasca dipindahkannya transaksi di GT Cikarang Utama Jalan Tol Jakarta-Cikampek sejak Kamis (23/5/2019) tercatat total 71.955 kendaraan, baik dari atau menuju Jakarta melewati dua gerbang tol pengganti yaitu GT Cikampek Utama (Cikatama) dan GT Kalihurip Utama (Kalitama). 
 
"GT Cikatama sebanyak 40.304 kendaraan dan GT Kalitama sebanyak 31.651 kendaraan," terang Corporate Communication Department Head Jasa Marga Irra Susiyanti dalam keterangan tertulis yang diterima ayobandung.com, Minggu (26/5/2019).
 
Di hari pertama operasi, terpantau kepadatan sempat terjadi di kedua GT yang diakibatkan oleh beberapa faktor, di antaranya komposisi kendaraan non Golongan I meningkat signifikan menjadi 71% dari rata-rata kondisi normal yaitu 29%. Dominasi itu terjadi sesuai yang diprediksikan jelang pemberlakuan larangan truk melintas pada Lebaran 2019. 
 
"Pengusaha logistik mengejar jadwal pengiriman barang secara masif. Di samping itu juga, pada hari Kamis jumlah kendaraan angkutan barang biasanya meningkat tinggi di ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek," jelasnya. 
 
Lalu banyaknya pengguna jalan yang memiliki saldo kurang pada uang elektronik saat transaksi di GT, sehingga memperlambat waktu transaksi secara signifikan yang mengakibatkan antrean panjang kendaraan di GT.
 
Kemudian banyaknya pengguna jalan yang bertanya tentang perubahan sistem transaksi dan pentarifan, terutama supir truk kawasan industri. Hal tersebut berdampak cukup signifikan mengurangi kapasitas transaksi gerbang sebesar 46%.
 
Melihat hal-hal tersebut, Jasa Marga melakukan melakukan perbaikan agar dapat melayani pengguna jalan dengan optimal, antara lain seperti menambah proporsi jumlah gardu untuk kendaraan non Gol I untuk dapat melayani kendaraan golongan besar lebih banyak.
 
Lalu untuk mengantisipasi saldo kurang dari pengguna jalan, Jasa Marga bekerjasama dengan perbankan menambah mesin top up tunai dan melengkapi EDC untuk layanan itu. Lalu menyediakan penjualan starter pack uang elektronik pada GT yang diharapkan membantu pengguna jalan secara maksimal agar antrean akibat saldo kurang tidak berkepanjangan.
 
"Kami juga menambah jumlah petugas pengumpul tol di lapangan dengan menggunakan Mobile Reader yang dapat menjemput transaksi pengguna jalan sehingga waktu transaksi menjadi lebih cepat," pungkasnya. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar