Yamaha Mio S

Bekali Anak dengan Pendidikan Seks Sejak Dini

  Minggu, 26 Mei 2019   Rizma Riyandi
Ilustrasi (hellosehat.com)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM--Pendidikan seks harus diajarkan pada anak sedini mungkin. Hal ini mesti dilakukan untuk melindungi buah hati dari pelaku kejahatan seksual.
\n
\nLivia Istania Iskandar, Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), mengatakan pendidikan seks yang benar bisa diperkenalkan sejak anak masih belia.
\n
\nOrangtua harus mengajarkan pada anak mana bagian tubuh yang boleh disentuh orang lain, mana yang tidak boleh disentuh siapa pun.
\n
\nSudah bisa diajari sejak balita, ada lagu Jangan Sentuh di mana anak diajari mana bagian yang boleh dan tidak bisa dipegang orang lain, kata Livia pada ANTARA News usai pemutaran film 27 Steps of May di Jakarta, Sabtu (25/5/2019).
\n
\nIa menegaskan pendidikan seks bertujuan agar anak mengetahui tentang tubuhnya serta dapat waspada dan menghindar atau minta tolong ketika ada orang yang berniat melakukan hal yang tidak seharusnya.
\n
\nBeritahu juga pada anak bahwa ada hal-hal yang tidak boleh dirahasiakan dan harus dilaporkan pada orangtua jika mereka merasa tak nyaman atas sesuatu.
\n
\nUntuk mencegah munculnya kasus-kasus kekerasan seksual, ia menekankan pentingnya pengesahan Rancangan Undang Undang Penghapusan Kekerasan Seksual sebagai payung hukum karena apa yang ada saat ini belum cukup melindungi perempuan dan anak-anak.
\n
\nKetua Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan), Azriana Manalu, menambahkan regulasi adalah salah satu kunci penting untuk menghapus kekerasan seksual, baik terhadap perempuan, lelaki maupun anak-anak.
\n
\nDi sisi lain, perlu adanya perubahan sudut pandang masyarakat terhadap perempuan yang biasanya dianggal sebagai objek seksual dan posisinya lebih rendah.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar