Yamaha NMax

Evaluasi Indonesia Usai Tersingkir dari Piala Sudirman

  Minggu, 26 Mei 2019   Rizma Riyandi
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PB PBSI, Susi Susanti.

NANNING, AYOBANDUNG.COM--Seperti yang sudah diantisipasi oleh Susi Susanti, sebagai kepala bidang pembinaan dan prestasi PB PBSI, Jepang memiliki kekuatan merata di semua lini pada Piala Sudirman 2019.

"Secara keseluruhan kita harus akui keunggulan Jepang, mereka tampil maksimal dan cukup baik dan kuat. Atlet kita sudah berusaha keras. Pertandingan pertama kita bisa kuasai tapi di tiga pertandingan berikutnya kita harus akui keunggulan mereka meski kita harus berusah keras," ungkap Susi, Sabtu (25/5/2019).

Indonesia memang mencapai target PBSI yakni semifinal, namun mimpi membawa pulang Piala Sudirman setelah 30 tahun berpisah harus berlanjut lagi, setidaknya untuk dua tahun ke depan.

"Dua tahun lalu kita tidak sampai ke delapan besar, tapi tahun ini bisa masuk ke semifinal, lebih baik lagi," kata Susi.

Catatan untuk tunggal putra Indonesia dari Susi adalah harus meningkatkan konsistensi.

"Kalau peringkat mereka sudah, namun konsistensi pada saat mereka main itu yang harus ditingkatkan...baik Jojo (Jonatan Christie) maupun Ginting yang menjadi evaluasi kita," ujarnya.

Sementara untuk tunggal putri, ujar Susi, masih butuh kerja keras dan penanganan lebih.

Meski menilai sektor ganda putri sudah memperlihatkan kekompakan tim yang solid, Susi menyoroti kebutuhan peningkatan kekuatan dan ketahanan baik fisik maupun mental.

"Para pemain putri Jepang saat ini memiliki ketahanan yang tinggi, itu yang jadi pembenahan untuk kita. Harus bisa seperti mereka," pungkas Susi.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar