Yamaha Aerox

Pasukan Perang Suguhkan Musik Sunda Berbalut Orkestra

  Jumat, 24 Mei 2019   Redaksi AyoBandung.Com
Pasukan Perang. (Istimewa)

Tidak bisa dipungkiri, belantika musik tanah air selalu mengalami perkembangan. Keberagaman instrumen yang ada menjadi salah satu pemicu berkembangnya kreativitas para pegiat seni di Indonesia. Tak sedikit musisi yang memadukan alat musik modern dan tradisional. Karenanya, tidak heran jika hal tersebut juga menjadi penyebab munculnya band-band dengan genre yang unik dan menarik.

Salah satu band asal Bandung, Pasukan Perang, kembali memperkenalkan sebuah genre musik yang cukup unik dengan memadukan beberapa alat musik tradisional dan modern. Band yang beranggotakan delapan orang ini menggunakan alat musik seperti gitar, bas, bangsing, biola, kendang, dan perkusi.

Para personel Pasukan Perang sendiri yaitu Ekek, Radi Tajul, Blader, Dani Naga, Rady Kesrek, Aji, dan Ijul merupakan alumni jurusan Karawitan Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI). Sementara itu, satu personelnya yang lain, Denok, masih menjalani studinya sebagai mahasiswa jurusan Musik Bambu di kampus yang sama.

AYO BACA : Menikmati Konser Musik Alam di Curug Cipeuteuy

Pasukan Perang menyuguhkan musik Sunda, dangdut, dan orkestra. Perpaduan antara musik tradisi dan orkestra menjadi ciri khas tersendiri. Dengan menganut genre tersebut, Pasukan Perang berusaha menyajikan sebuah karya seni yang jujur tanpa tuntutan apapun. Ada enam buah lagu yang sudah mereka ciptakan, salah satu single terbarunya yakni Kembang Ros Beureum, baru saja diluncurkan pada bulan April lalu.

Pada awal mula kemunculannya, band yang dibentuk sejak 2013 ini bernama Partai Dangdut Anak Muda (PDAM). Namun, setelah perjalanan karier musiknya selama dua tahun, nama grup band ini diganti menjadi Pasukan Perang tepat saat hari jadi mereka yang ke-2 pada September 2015.  Menurut gitaris Pasukan Perang, Radi Tajul, terdapat filosofi yang cukup mendalam mengenai nama Pasukan Perang. Menurutnya, perang yang dimaksud ialah perang melawan ego. Ia mengatakan, perang yang paling sulit ialah perang melawan diri sendiri.

“Setiap orang memiliki idealisme yang berbeda-beda, sedangkan ketika bergabung dalam sebuah grup (band) hal tersebut tidak bisa. Personel satu dan lainnya harus tetap sejalan,” ungkapnya saat diwawancarai pada Kamis (23/5/2019) di kampus ISBI Bandung.

AYO BACA : Menciptakan Musik Elektronik Berkualitas Lewat ICE 2019

Radi menjelaskan, mengenai eksistensi musik dangdut yang ada di Indonesia. Sebenarnya musik dangdut bisa dikatakan termasuk ke dalam musik folk atau rakyat yang erat kaitannya dengan tradisi. Ketika membicarakan musik tradisi asli Indonesia, dangdut termasuk ke dalamnya. Mengingat terdapat tiga musik asli tradisi Indonesia yakni gamelan, dangdut, dan keroncong.

Seperti band pada umumnya, Pasukan Perang juga tak terlepas dari kendala dalam menghasilkan sebuah karya. Salah satu kendalanya ialah konsistensi dari para personelnya. Kendala sangat terasa ketika proses kreativitas yang dijalani demi sebuah karya seni yang jujur dan tidak menuntut apapun dibentrokkan dengan hal-hal yang bersifat materil seperti pekerjaan, projek, ataupun tuntutan akademik. Menurut Rudi, cara mengantisipasi hal tersebut terbilang mudah, yakni dengan menumbuhkan kesadaran akan kemampuan diri para personelnya.

Personel Pasukan Perang yang lain, Aji berharap bahwa kedepannya Pasukan Perang dapat memberikan karya yang lebih baik lagi.

“Harapan kami tidak muluk-muluk, yang penting membuat sebuah karya yang dapat dinikmati dari pada tidak berkarya sama sekali,” pungkasnya.

Pasukan Perang yang memiliki akun instagram @pasukanperang sudah diikuti oleh lebih dari 1.200 pengguna instagram. Tak hanya itu, single terbarunya yang berjudul Kembang Ros Beureum sudah ditonton sebanyak 6.000 views di Youtube. Hal tersebut membuktikan bahwa karya yang disuguhkan Pasukan Perang mampu mencuri hati para penikmat musik.

Siti Rahayu

AYO BACA : Musik Instrumental Bernuansa Gelap Iringi Promo Film

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar