Yamaha NMax

Polisi Tangkap Penyebar Hoaks Polisi Asing pada Aksi 22 Mei

  Jumat, 24 Mei 2019   M. Naufal Hafiz
Arsip Sejumlah petugas Brimob dari beberapa polda diperbantukan menggantikan anggota lainnya guna menghalau massa aksi di sekitar Gedung Bawaslu RI Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019). (ANTARA News/Ricky Prayoga)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM—Kepolisian Republik Indonesia menangkap pelaku penyebar hoaks kepolisian Republik Indonesia melibatkan polisi dari pihak lain saat mengamankan aksi massa pada 22 Mei yang disebarkan ke beberapa grup WhatsApp.

AYO BACA : Delapan Kompi Pasukan Gabungan TNI-Polri Disiagakan di MK

"Tersangka diyakini telah melakukan perbuatan menyebarkan informasi dan menimbulkan rasa kebencian," kata Kasubdit II Cyber Bareskrim Polri Kombes Ricky Naldo Chairul saat konferensi pers di Jakarta, Jumat (24/5/2019).

AYO BACA : Kabar 5.000 Santri Cirebon Ikut Gerakan People Power Hoaks

Kepolisian menangkap tersangka yang berswafoto di belakang tiga polisi yang dia duga sebagai polisi dari negara lain dan menyebarkan informasi tersebut di media sosial.

Atas perbuatannya, tersangka dijatuhi ancaman hukuman enam tahun penjara dan denda yang ditentukan dalam UUD.

Sementara itu, tersangka Said Jamaludin Abidin mengaku khilaf menyebarkan berita hoaks dan meminta maaf.

Sebelumnya, beredar kabar di media sosial saat seorang demonstran berfoto bersama anggota brimob. Pada penjelasan di foto tersebut dikatakan bahwa anggota brimob tersebut diimpor. Sebab, tidak bisa berbahasa Indonesia dan bermata sipit.

AYO BACA : Internet Dibatasi, Ini Bahaya Mengintai Jika Nekat Pakai VPN

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar