Yamaha Aerox

Legenda Sayur yang Muncul Setahun Sekali

  Kamis, 23 Mei 2019   Fira Nursyabani
Ilustrasi menyantap makanan saat Idulfitri. (Attia Dwi Pinasti/ayobandung.com)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Lebaran dengan segala kemeriahannya akan selalu menyisakan banyak hal.  Mulai dari kenangan bersama handai taulan, kebersamaan saat menjalankan puasa, sampai aneka ragam kue-kue dan masakan khas lebaran yang jarang kita temui di hari biasa.

Di tatar Sunda ada masakan khas yang hanya muncul setahun sekali setelah Idulfitri. Kuliner ini muncul karena merupakan campuran berbagai sisa makanan (kakaren) yang dimasak lagi di dalam satu kuali dan diberi nama tumis haseum. 

AYO BACA : Kuliner Ramadan: Cara Bikin Serabi Hijau yang Enak dan Sederhana

Sisa atau kelebihan sayur seperti opor ayam, semur daging, sambal goreng ati, dan sayur godog. Semua dimasukkan ke dalam satu panci dan kemudian dipanaskan ulang. Karena masih berkuah, tumis haseum ini enak dimakan dengan ketupat. 

Tumis haseum ini pun akan terus dipanaskan hingga pada akhirnya kuahnya hilang dan benar-benar menjadi tumis.  Konon, saat itulah paling lezat dikonsumsi dengan nasi panas atau dengan lontong.

AYO BACA : Kuliner Ramadan: Cara Bikin Kolak Pisang Kolang Kaling

Nama lain dari tumis haseum ini adalah golendrang, atau balendrang. Di Jawa disebut blendrang. Ada juga orang Sunda yang menyebutnya bolokotok dan Rasanya? Gurih, lezat, dan lekoh (pekat).

Tumis Haseum yang pada dasarnya berasal dari kelebihan sayur. Namun terkadang memang sengaja "diadakan" karena sudah menjadi tradisi. Tumis haseum pun menjadi menu yang sering dijadikan penawar rasa rindu akan Lebaran bagi handai taulan maupun juga sebagai penganan untuk "anteuran" tetangga komplek.

Sehingga saat Idulfitri sudah melewati 3-4 hari, penikmat tumis haseum akan sengaja memasak lagi sayur lebaran seperti opor atau sambal goreng kentang. Hal itu agar pada pekan setelahnya akan ada sisa sayur untuk dibuat tumis haseum.

Nah para wargi apakah masih sering menemui tumis haseum di daerahnya? Kalau sudah jarang yuk kita lestarikan tradisi numis haseum lagi di Kota Bandung.

AYO BACA : Kuliner Ramadan: Cara Bikin Es Timun Serut Selasih Segar Pelepas Dahaga

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar