Yamaha NMax

Medsos Dibatasi Pemerintah, Pengusaha Online Galau

  Kamis, 23 Mei 2019   Anya Dellanita
Ilustrasi. (pixabay.com)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Dikeluarkannya kebijakan pemerintah yang membatasi akses media sosial (medsos) guna menanggulangi hoaks mendapat berbagai reaksi dari masyarakat. Ada yang mendukung, ada pula yang mengeluh karena merasa dirugikan.

Beberapa keluhan datang dari pengusaha yang menggunakan medsos sebagai media usahanya. Pembatasan akses yang membuat warganet sulit untuk mengunggah foto dagangan, tentunya membuat pengusaha galau, terutama pengusaha online.

AYO BACA : Internet Dibatasi, Ini Bahaya Mengintai Jika Nekat Pakai VPN

Salah satu pengusaha online yang merasa dirugikan adalah Ida Zuhida, yang memiliki usaha di bidang fesyen asal Bandung. Wanita yang akrab dipanggil Uci ini memang sehari-harinya menggunakan medsos sebagai metode berjulannya.

Uci mengatakan, aturan pemerintah tersebut sangat berpengaruh bagi para pengusaha online. Alasannya, foto merupakan hal penting dalam usaha online.

AYO BACA : Batasi Penggunaan Medsos, Kominfo: SMS dan Telepon Tetap Berjalan

"Tentu saja amat berpengaruh bagi penjualan di medsos. Instagram dan Facebook. Foto adalah hal penting dalam berdagang online. Kini akses tersebut tidak bisa dicapai," ujar Uci saat dihubungi via perpesanan WhatsApp.

Meskipun begitu, Uci mengatakan dia tetap ikhlas karena menurutnya, aturan tersebut dikeluarkan pemerintah demi kepentingan NKRI. "Tapi demi kepentingan NKRI yang damai, saya paham dan ikhlas agar berita dan video hoaks stop. Saya percaya, kebijakan ini demi kebaikan," kata Uci.

Uci juga tetap berpikir positif kebijakan ini hanya untuk beberapa waktu saja. Namun, dia juga telah memikirkan alternatif lain jika kebijakan berlangsung lebih lama daripada perkiraan.

"Kalaupun agak lama, InsyaAllah bisa kita cari jalan lain. Masuk ke market place misalnya," tuturnya.

AYO BACA : Tanggapan Facebook Soal Pembatasan Medsos di Indonesia kala Aksi 22 Mei

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar