Yamaha Aerox

Tips Manfaatkan THR dengan Bijak dari Ahli Ekonomi

  Rabu, 22 Mei 2019   Anya Dellanita
Ilustrasi Tunjangan Hari Raya (THR)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM—Di pertengahan Ramadan ini, pegawai akan segera mendapatkan THR. Apalagi PNS yang kabarnya akan dapat gaji ke-14 selain THR.

Namun, THR bisa jadi langsung habis untuk membeli sesuatu yang tidak terlalu dibutuhkan. Ujungnya, kita menyesal.

Ada baiknya saat menerima THR, kita timbang-timbang dulu apakah ada kebutuhan mendesak yang mesti dibayar, semisal utang atau biaya sekolah anak.

Nah, untuk memanfaatkan THR secara bijak, Pengamat Ekonomi dan Keuangan dari Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran, Sulaeman Rahman Nidar, punya kiatnya.

AYO BACA : Ini Hukum Terima THR dari Non-Muslim

"Kalau yang baik, pakai metode pendekatan tabungan," ujar Sulaeman saat dihubungi Ayobandung.com, Rabu (22/5/2019).

Menurut Sulaeman, biasanya orang Indonesia menggunakan THR dengan dua metode, metode pendekatan pendapatan dan metode pendekatan tabungan.

Dalam pendekatan pendapatan, contohnya, kita menyimpan uang sesuai dengan kenaikan pendapatan. Misalnya, THR naik 10% dari gaji sebelumnya. Nah, 10% inilah yang disimpan. Namun, metode ini cenderung tidak menghasilkan sisa.

Sementara itu, metode tabungan membiarkan kita mematok batasan pengeluaran sendiri terlebih dahulu. 

AYO BACA : Ini Ketentuan Pembayaran THR Menurut Surat Edaran Kemenaker

"Rencanakan tabungan untuk pasca-Lebaran juga. Nanti, pengeluaran gak boleh lebih dari yang dipatok itu," kata Sulaeman.

Sulaeman mengatakan, ada cara lain untuk menggunakan THR dengan bijak, yakni dengan metode management by envelope.

"Ditentukan dulu kebutuhan  pokok. Misalnya orang muslim kan pasti harus zakat mal, zakat fitrah, sedekah, dan kebutuhan pribadi. Jadi, nanti bikin 5 amplop yang diisi uang buat keperluan itu. Nah, kalau ada sisa bisa ditabung," kata Sulaeman. 

Sulaeman juga memberi beberapa tips lain dalam menggunakan THR.

"Yang pasti utamakan kebutuhan, jangan paksakan keinginan. Lalu, jangan lupa perkirakan kebutuhan setelah Lebaran," kata Sulaeman.

"Kalau kita memperhatikan hal-hal itu, insyaallah tidak akan ada istilah besar pasak daripada tiang," tambah Sulaeman.

AYO BACA : Cara Cerdas Kelola THR saat Lebaran

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar