Yamaha NMax

Kapolri Tunjukkan Senjata Api yang Digunakan untuk Pengamanan Aksi 22 Mei

  Rabu, 22 Mei 2019   Rizma Riyandi
Ilustrasi--Kapolres Tegal Kota AKBP Siti Rondhijah (kedua kiri) memeriksa senjata api saat Apel Kesiapan Sarpras di Polres Tegal Kota, Jawa Tengah, Kamis (11/4/2019). Pemeriksaan peralatan penunjang tugas Polisi mulai dari kendaraan dan senjata api tersebut sebagai persiapan pengamanan pelaksanaan Pemilu serentak pada 17 April mendatang. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah/ama.

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM--Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menunjukkan satu unit senjata serbu jenis M4, satu unit pistol, dan satu unit revolver yang akan dipakai kelompok tertentu saat demonstrasi 22 Mei.

Kapolri menunjukkan senjata-senjata itu saat jumpa pers di Kantor Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemen Polhukam), Jalan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (22/5/2019).

Jumpa pers dihadiri, antara lain, Menkopolhukam Wiranto, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, dan Menkominfo Rudiantara. Sambil mengangkat senjata M4, Tito juga memperlihatkan alat peredam suara senapan buatan Amerika Serikat itu.

Diberi peredam agar tidak terdengar suaranya, katanya menegaskan.

Senapan juga sudah didesain agar bisa dipasangi teleskop sehingga bisa sebagai senjata sniper, katanya.

Kapolri mengatakan bahwa senjata itu akan dipakai untuk menembak massa yang akan berdemonstrasi 22 Mei dengan tujuan agar seolah-olah dilakukan oleh aparat sehingga menimbulkan kemarahan publik.

Ia mengatakan bahwa Polri juga menangkap tiga orang dengan barang bukti satu pucuk pistol jenis glock, sepucuk revolver, dan 12 dus peluru.

Kedua senjata api itu, kata Tito, juga akan dipakai untuk menembak massa aksi 22 Mei dengan tujuan agar seolah-olah dilakukan oleh aparat.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar