Yamaha Lexi

Kembali Buka di Dago, Babakaran Bakal Tawarkan Menu Anyar

  Rabu, 22 Mei 2019   Nur Khansa Ranawati
Kedai sate khas Bandung, Babakaran, di Jalan Ir.H.Juanda nomor 138. (Dok. Babakaran)

COBLONG, AYOBANDUNG.COM -- Kedai sate khas Bandung, Babakaran, kini hadir kembali di bilangan Dago, tepatnya di Jalan Ir.H.Juanda nomor 138 setelah sebelumnya beroperasi di Jalan Aria Jipang. Lokasi Babakaran teranyar ini menempati salah satu sisi luar dari gerai oleh-oleh di kawasan tersebut.

Pemilik Babakaran, Mardiansyah Fajar Kurniadi (24) mengatakan, 'hijrah' nya kembali Babakaran ke Dago salah satunya guna menambah kapasitas parkir pengunjung yang sebelumnya cukup terbatas.

"Kapasitas parkir di Aria Jipang harus berebut dengan tenant lain, sementara sate kita harganya tidak mahal. Kalau pengunjung harus bayar valet, jadinya kan malah mahal," jelasnya ketika ditemui di outlet Babakaran belum lama ini.

Di lokasinya barunya, Babakaran yang sebelumnya berkonsep indoor kini menjadi semi-outdoor. Meskipun kapasitas tempat duduknya berkurang dibanding sebelumnya, namu kesan lapang dan 'adem' lebih terasa. Hal yang pasti, Anda tidak perlu khawatir dengan luasnya tempat parkir.

AYO BACA : 4 Kuliner Jadul Kota Bandung Layak Buru

"Meskipun bisa dibilang kapasitas kursi berkurang hingga seperempatnya, tapi kami lebih pede sih di sini, karena tempat parkir luas dan turn over akan lebih cepat." jelasnya.

Pindah ke salah satu ruas jalan utama Kota Bandung yang dekat dengan kantor dan pusat perbelanjaan tak serta-merta menjadikan Babakaran menaikkan harga jual. Anenka pilihan sate asinnya tetap dipatok dengan kisaran harga kakilima.

"Ukurannya besar dan lebih mengenyangkan dibanding sate sejenis (sate asin). Per tusuk paling murah Rp1.500 sampai Rp7,000," ungkapnya.

AYO BACA : Misteri di Balik Nama Kuliner Asli Bandung

Anda juga dapat memesan sate-sate tersebut secara satuan alih-alih membeli satu paket porsi. Aneka sate unik yang disediakan di antaranya sate ayam, kulit ayam, usus ayam, sayap ayam, telur puyuh, telur gulung, kambing, hingga sate brokoli dan jamur.

Sebelum dan setelah dimasak, Fajar mengatakan, tiap tusuk sate Babakaran dilumuri bumbu asin racikan sendiri. Meski tak dicocol sambal, rasanya cukup gurih untuk langsung dimakan atau dilahap bersama nasi.

Bagi penggemar sambal, Babakaran juga menyajikan empat sambal khas dengan tingkat kepedasan yang berbeda; mulai dari sambal cabai bawang putih, sambal oranye, sambal rempah gurih yang dinamai 'Sambal Kang Emil' hingga sambal kecap manis pedas. Sambal kecap Situmang dapat menjadi pilihan bila Anda bukan penggemar sambal pedas. 

"Kalau musim mangga, mungkin nanti kami akan menyediakan sambal mangga lagi," jelasnya.

Selain itu, selepas Hari Raya Idul Fitri 2019, Fajar berencana akan merilis jenis sate dan bumbu baru di Babakaran. Outlet franschise Babakaran juga akan hadir di Sidoarjo. 

"Nanti setelah lebaran akan ada sate baru dan bumbu baru. Sate-nya masih rahasia," ungkapnya.

AYO BACA : Patut Dicoba, Ini 5 Minuman Tradisional Bandung untuk Buka Puasa

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar