Yamaha Lexi

Gunakan Sosmed, Dua Napi dan Kawanannya Raup Uang Ratusan Juta

  Selasa, 21 Mei 2019   Mildan Abdalloh
Polisi menunjukkan barang bukti yang didapatkan dari para tersangka pelaku penipuan dengan menggunakan akum medsos. (Mildan Abdalloh/ayobandung).

SOREANG, AYOBANDUNG.COM--Hanya bermodalkan sosial media, dua orang narapidana bersama lima kawanannya berhasil meraup keuntungan ratusan juta rupiah dengan cara menipu lawan jenis.

Wakapolres Bandung, Kompol Mikranuddin mengatakan, kasus penipuan tersebut berawal dari laporan salah satu korban pada 12 Mei lalu. Korban merasa ditipu oleh seseorang yang dikenalnya melalui sosial media.

"Setelah kami lakukan penyelidikan, kami berhasil mengamankan tujuh orang tersangka," tutur Mikra, Senin (20/5/2019) petang.

Tesangka yang diamanakan adalah MRH, RGB, RD, AR, AS, DF, dan AMR. Dari tujuh tersangka tersebut, diketahui dua orang yakni DF dan AMR merupakan narapidana di Lapas Kebonwaru.

Mikra mengatakan, jaringan tesebut melakukan penipuan dengan modus membuat akun sosial media untuk mencari korban perempuan mapan untuk diajak berkenalan. Untuk menarik perhatian, mereka mengunggah foto-foto palsu.

Setelah berkenalan melalui sosial media, komunikasi dilanjutkan melalui aplikasi perpesanan. Melalui aplikasi tersebut dilakukan bujuk rayu para tersangka memperkuat bujukrayunya dengan menunjukan sebuah cek senilai Rp2 miliar. Namun sebelumnya, korban diminta untuk mentransfer sejumlah uang yang nantinya terganti setelah korban mendapat bagian dari pencairan cek tersebut.

Satu korban bisa mentransfer uang puluhan juta. Uang tersebut, ditransfer ke sejumlah rekening yang telah dipersiapkan.

"Yang melaporkan kejadian ini baru satu korban, namun kami yakin korbannya banyak karena pelaku sudah beraksi selama beberapa bulan di beberapa lokasi," ujarnya.

Dari tangan tersangka, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa uang tunai senilai Rp142 juta, mobil Honda Jazz hasil penipuan, 33 telepon genggam, tiga unit sepeda motor, 73 rekening tabungan, 17 ATM, dan sejumlah barang bukti lain yang digunakan dalam penipuan tersebut.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat 378 dan tatau 372 KUH Pidana tentang Penipuan dan Penggelapan. Selain itu, mereka juga akan dikenakan Undang-undang ITE dan atau UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

"Kami juga sudah bekerja sama dengan pihak bank untuk menelusuri kemungkinan barang bukti tindak pidana pencucian uang lainnya. Kami akan mencari aset-aset lain yang berhasil dibeli pelaku dengan uang hasil menipu para korban," tutupnya.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar