Yamaha Aerox

Pengguna Huawei Indonesia Khawatirkan Ponselnya

  Selasa, 21 Mei 2019   M. Naufal Hafizh
Huawei resmi meluncurkan smartphone premium seri P yang paling ditunggu-tunggu, Huawei P20 Pro di pasar Indonesia di Jakarta, Kamis (28/6/2018). (ANTARA News/Arindra Meodia)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM—Sejumlah pengguna ponsel Huawei khawatir ponselnya mengalami kendala meskipun Google sudah menjamin aplikasi tetap berjalan di ponsel Huawei yang sudah beredar.

"Agak khawatir karena sudah terbiasa pakai Huawei," kata Hermansyah, dikutip Antara, Selasa (21/5/2019).

Hermansyah sudah menggunakan ponsel Huawei Nova 2i selama setahun. Dia berpendapat ponsel tersebut nyaman digunakan karena berlayar cukup besar.

Hermansyah sedikit lega begitu Google mengumumkan aplikasi Android di ponsel Huawei yang sudah beredar di pasar tetap dapat digunakan sehingga belum merencanakan mengganti ponselnya.

Namun, jika setelah kasus Huawei dan Google ponselnya mengalami kendala, dia akan membeli ponsel baru agar pekerjaannya tidak terganggu.

Caecilia Mediana (28) pengguna ponsel Huawei P10 menyatakan, dia tidak mengalami kendala apa pun sehari setelah Google menangguhkan kemitraan mereka dengan Huawei.

AYO BACA : Advan Luncurkan Ponsel Anyar i6C

Sebelumnya, Mediana berencana mengganti ponsel ke model Huawei lainnya. Namun, setelah informasi Google-Huawei muncul, dia khawatir ponsel Huawei yang beredar mendatang tidak bisa menggunakan aplikasi Google.

"Khawatir mau upgrade ke ponsel Huawei terbaru atau bagaimana. Jadi, mau tetap pakai Android atau tidak," kata Mediana.

Kekhawatiran keberlangsungan layanan dan aplikasi Google di ponsel juga dirasakan Kuncoro yang menggunakan Huawei P20 Pro.

Kuncoro sudah dua kali menggunakan ponsel asal Tiongkok itu. Sebelumnya, dia memakai Huawei P10.

"Cemas, soalnya pengalaman pakai Huawei seri P bagus. Tapi ke depannya, (saya) jadi ragu mau beli," kata Kuncoro.

Kuncoro juga khawatir jika dia mengganti ponsel ke merek asal Tiongkok lainnya, ponsel tersebut akan bernasib sama karena perang dagang antara Amerika Serikat dengan Tiongkok masih berlanjut.

AYO BACA : OPPO Reno 10x Zoom Hadir dengan Dukungan Snapdragon 855

Dalam waktu dekat dia berencana mengganti ponsel. Kuncoro akan menjatuhkan pilihannya pada perangkat produksi Samsung.

"Sepertinya aman," kata dia mengemukakan alasannya.

Pemerintah AS memasukkan Huawei dan puluhan perusahaan lainnya ke dalam daftar hitam menyusul ketegangan perang dagang AS-Tiongkok beberapa bulan ini.

Menyikapi keputusan pemerintah AS, Google menangguhkan kerja sama dengan Huawei untuk perangkat keras dan mencabut lisensi Android Huawei.

Google juga disebut menghentikan akses Huawei ke Google Play Services dan Google Play Store. Namun, Huawei disebut masih memiliki akses ke Android Open Source Project.

Google Android melalui cuitan di akun resmi @Android menyatakan layanan dan keamanan dari Google masih berfungsi di ponsel Huawei yang sudah berada di tangan konsumen.

Huawei melalui keterangan resmi menyatakan, akan terus memperbarui layanan dan keamanan untuk semua perangkat Huawei dan Honor yang ada, termasuk ponsel yang telah dijual dan stok secara global.

AYO BACA : Keren, Microlibrary Hadir di Kiaracondong

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar