Yamaha Lexi

Aktivitas Perdagangan di Pasar Kosambi Diupayakan Kembali Lancar Pekan Depan

  Selasa, 21 Mei 2019   Mildan Abdalloh
Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bandung melakukan pendinginan di Pasar Kosambi, Jalan Jendral Ahmad Yani, Kota Bandung, Senin (20/5/2019). (Kavin Faza/ayobandung.com)
AYO BACA : Diduga Masih Ada Titik Api, Diskar Kembali Periksa Pasar Kosambi

AYO BACA : Sudah Bekerja 48 Jam, Diskar Kota Bandung Masih Tetap Siaga

SUMURBANDUNG, AYOBANDUNG.COM-- Kebakaran hebat yang melanda pasar Kosambi membuat kerugian yang diderita mencapai miliaran rupiah. Selain barang dagangan hangus terbakar, aktivitas ekonomi di pasar kosambi dalam dua hari terakhir lumpuh total.
 
"Dampak akibat kebakaran pasti sudah jelas. Kerugian yang diderita pedagang sangat besar," tutur Kepala Pasar Kosambi, Septi Sahreza, Senin (20/5/2019) malam.
 
Terdapat ratusan pedagang yang barang dagangannya hangus. Septi mencontohkan, seorang pedagang seragam sekolah yang telah menyetok barang mengalami kerugian lebih dari Rp2 miliar karena barang dagangannya rusak.
 
"Karena tidak bisa berjualan, kerugian omset juga sangat besar," ujarnya.
 
Menurutnya akibat kebakaran pasar Kosambi, pedagang juga dalam waktu satu atau dua hari ke depan tidak bisa berjualan. "Untuk bisa berjualan di tempat semula, jelas tidak bisa dilakukan dalam waktu dekat. Apalagi sekarang masih dipasang garis polisi, untuk mengambil barang saja waktunya terbatas, hanya diwaktu-waktu tertentu," katanya.
 
Kendati demikian, pihaknya akan berupaya supaya aktivitas dagang di Pasar Kosambi bisa dilakukan dalam waktu dekat. Terlebih pekan depan akan menghadapi marema menjelang idulfitri.
 
"Kami usahakan pekan depan aktivitas pedangan sudah normal, karena untuk kebutuhan idulfitri," ujarnya.
 
Dia mamaparkan, selain memperhatikan nasib pedagang yang belum bisa berjualan, aktivitas ekonomi di Pasar Kosambi juga berdampak luas. Pasar Kosambi merupakan penyedia bahan pokok bagi pedagang di perkampungan, sehingga dengan kebakaran tersebut membuat banyak pelanggan pedagang Pasar Kosambi tidak bisa berjualan.
 
"Banyak pelanggan pedagang Pasar Kosambi yang juga pedagang di luar, seperti tukang bakso. Mereka jadi tidak bisa berjualan karena pedagang di sini juga tidak berjualan," paparnya.
 
Dengan melihat pentingnya aktivitas ekonomi berjalan, pihaknya akan membuat tempat penampungan sementara supaya pedagang bisa segera berjualan.
 
"Untuk tempat penampungan sementara, bisa di tempat parkir atau lantai satu jika masih laik untuk digunakan. Di lantai satu ada sejumlah kios kosong yang bisa digunakan pedagang," tutupnya.

AYO BACA : Setelah 40 Jam, Api di Pasar Kosambi Berhasil Dipadamkan

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar