Yamaha Mio S

PPDB 2019 Sudah Akomodatif? Ini Kata Dewan Pendidikan Kota Bandung

  Senin, 20 Mei 2019   M. Naufal Hafizh
Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2019.

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM—Ketua Dewan Pendidikan Kota Bandung Kusmaeni S. Hartadi menilai skema Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 ini sudah lebih baik. Bahkan, proses penyampaian informasinya pun semakin komprehensif.

“Sudah bagus dan tersosialisasikan kepada stakeholder. Memang ada beberapa keinginan stakeholder tapi kembali pada aturan yang berlaku,” ucap Kusmaeni, Senin (20/5/2019), seperti dalam keterangan resmi yang diterima Ayobandung.com.

Kusmaeni mengaku sangat megikuti proses pembahasan PPDB 2019 sejak awal. Bahkan, ia terlibat dalam pembahasan pembuatan Peraturan Wali Kota Nomor 13 Tahun 2019 tentang Tata Cara Penerimaan Peserta Didik Baru Pada Taman Kanak-Kanak, Sekolah dasar, dan Sekolah Menengah Pertama.

AYO BACA : Aturan PPDB Kota Bandung 2019 bagi Warga Luar Kota

Menurut Kusmaeni, pembuatan Perwal tersebut bukan hanya mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, namun turut memperhatikan berbagai aspek di lapangan yang disesuaikan dengan kebutuhan.

“Kalau saya melihat seluruh aspek sudah terakomodirkan. Tapi tentu dalam berbagai hal kita tidak bisa maksimal memenuhi keinginan. Tapi itu sudah lebih banyak mengakomodir,” jelasnya.

Utamanya perihal sistem zonasi. Kusmaeni menilai, dalam proses PPDB 2019 ini sudah lebih baik. Pembagian empat zona wilayah ini bisa membuat penerimaan lebih merata.

AYO BACA : Ini Alur Pendaftaran dan Penyampaian Keluhan PPDB SMA Kota Bandung

“Pertama sistem zonasi, sudah ditentukan bahwa untuk Kota Bandung ada empat zona. Ini diharapkan bisa mengakomodir seluruh masalah di Kota Bandung,” tambahnya.

Kusmaeni mengaku tidak bisa menjamin dalam proses PPDB 2019 ini bisa menuntaskan persoalan proses penerimaan. Namun, setidaknya ada banyak perbaikan daripada proses PPDB 2018.

“Kita tidak bisa menjamin menanggulangi seluruh masalah. Tapi harus menjadi bahan pembelajaran agar kita lebih baik ke depannya,” ujarnya.

Oleh karenanya, Kusmaeni berharap, semua pihak bisa menaati Perwal Nomor 13 Tahun 2019 ini guna menunjang proses kelancaran PPDB. Adapun jika ditemukan sejumlah kasus baru, dapat menjadi bahan perbaikan untuk proses tahun ajaran mendatang.

“Mudah-mudahan menjadi acuan bersama. Semua harus patuh pada acuan yang ada dan tidak keluar dari koridor aturan,” kata Kusmaeni.

AYO BACA : Ini Jadwal dan Syarat PPDB SMP di Bandung

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar