Yamaha

Duh, Jalur Salawu Rawan Longsor, Kecelakaan, dan Kejahatan

  Senin, 20 Mei 2019   Irpan Wahab Muslim
Kondisi Jalur Salawu. (Irpan Wahab/ayobandung).

SALAWU, AYOTASIK.COM--Jalur mudik alternatif  Jabar Selatan yang melintasi Garut--Tasikmalaya via Singaparna kondisinya sangat menghawatirkan. Pasalnya, kondisi jalan sempit dan berkelok tidak ditunjang dengan sarana dan prasarana jalan yang memadai seperti rambu rambu lalu lintas, petunjuk arah dan Penerangan Jalan Umum (PJU).

Kurangnya sarana prasarana jalan itu, membuat jalur Garut-Tasikmalaya via Singaparna memiliki tingkat kerawanan kecelakaan cukup tinggi. Selain tingkat kerawanan kecelakaan, juga memililk tingkat kerawanan kejahatan seperti perampokan dan pembegalan.

Kapolres Tasikmalaya AKBP. Dony Eka Putra. Dony mengatakan, berdasarkan hasil sidaknya beberapa waktu lalu ditemukan masih kurangnya sarana prasarana jalan. Hal ini memyebabkan kerawanan kecelakaan cukup tinggi.

"Sudah kami sampaikan kepada Dinas Instansi terkait untuk sgera melengkapi sarana dan prasarna jalan yang masih kurang. Karena nantinya akan dipakai jalur mudik alternatif oleh warga, " papar Dony, Senin (20/5/2019).

Selain mempunyai tingkat kerawanan kecelakan dan kejahatan, jalur Garut-Tasikmalaya via Singaparna juga memiliki tingkat kerawanan bencana terutama longsor. Hal ini karena kondisi tebing di sepanjang jalan Salawu, termasuk tanah labil.

"Antisipasii bemcana nanti kita Stanbykan alat berat di pos pam Tapal kuda. Untuk mempercepat evaluasi jika terjadi bemcana longsor, " papar Dony.

Dony mengimbau kepada para pemudik nantinya yang hendak melewati jalur Garut - Tasikmalaya via Singaparna untuk berhati hati. Diusahakan jalan melewati jalur tersebut pada malam hari. Karena konndisi jalan saat ini gelap karena minimnya PJU.

"Kami imbau kepada masyarakat untuk hati hati jika ingin melewati jalan alternatif ini. Karena sangat rawan terutama malam hari karena kurangnya penerangang, " pungkas Dony.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar