Yamaha Mio S

Menciptakan Musik Elektronik Berkualitas Lewat ICE 2019

  Senin, 20 Mei 2019   Anya Dellanita
International Clubbing Experience (ICE) 2019. (Dok. ICEPERIENCE.ID)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Dalam rangka memajukan perkembangan industri electronic music di Tanah Air, ICEPERIENCE.ID kembali menyelenggarakan program International Clubbing Experience (ICE) 2019.

Mengusung tema #localICEmovement, ICE 2019 didedikasikan untuk membentuk ekosistem musik elektronik Tanah Air sehingga lebih berkualitas. Dengan adanya ICE 2019, diharapkan akan ada talent-talent lokal yang dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan diperhitungkan di level Internasional.

"Tema #localICEmovement dalam program ICEPERIENCE.ID-ICE 2019 ini merupakan fondasi dari rangkaian acara ICE 2019 yang berorientasi memberikan ruang dan apresiasi kepada talent lokal dan membawa mereka ke level yang lebih tinggi lagi," ujar perwakilan ICEPERIENCE.ID, Diopsaputra, dalam press release yang didapat ayobandung.com, Minggu (19/5/2019).

Tak hanya dari sisi pelaku musiknya saja, tapi juga dari sisi audience sehingga diharapkan ICE 2019 dapat mendorong ekosistem yang berkualitas bagi industri musik elektronik di Tanah Air.

Salah satu program dari rangkaian acara ICE 2019 adalah Electronic Music Producer Contest (EMPC), sebuah ajang adu kemampuan bagi para produser musik elektronik, baik amatir maupun profesional untuk bersaing menjadi yang terbaik. Pemenang dari EMPC akan mendapatkan kesempatan berkolaborasi dengan Sean Miyashiro, founder dari 88 Rising, sebuah perusahaan mass media yang bermarkas di New York, Amerika Serikat.

Diopsaputra mengatakan, pemilihan Sean Miyashiro sebagai kolaborator dari 88 Rising dikarenakan 88 Rising sekarang ini sedang naik daun sebagai label dunia yang menyalurkan penyanyi bertaraf internasional seperti Rich Brian, NIKI, Joji, dan Higher Brothers. 

"Sehingga diharapkan bisa menjadi motivasi untuk produser musik Indonesia supaya bisa berkiprah di panggung Internasional," kata Diopsaputra. 

Diopsaputra juga berharap kolaborasi dengan Sean Miyashiro dari 88 Rising akan meningkatkan popularitas, kualitas dan kapasitas bermusik pemenang EMPC.

DJ Miko dan DJ Osvaldo Nugroho, selaku panita pelaksana acada, mengatakan program ini diselenggarakan untuk menginspirasi dan meningkatkan kemampuan para produser musik amatir dan profesional sehingga bisa melahirkan karya-karya yang mendunia. 

Oleh karena itu, EMPC bekerjasama dengan line-up juri yang terdiri dari pakar industry musik seperti DJ Winky Wiryawan, Riri Mestica, DJ Sumantri, Eka Gustiwana, DJ Haji, Fajar Juliawan, Lawrence (SAE), serta Sean Miyashiro selaku CEO dan Founder 88 Rising.

"Dengan kehadiran juri-juri tersebut, kami berharap EMPC dapat melahirkan sosok produser musik yang memiliki skill musikalitas mumpuni sehingga bisa membuat Indonesia semakin dikenal di panggung musik elektronik dunia," ujar DJ Miko. 

Untuk pendaftaran EMPC telah dibuka secara nasional mulai Rabu, 15 Mei 2019 via online melalui situs www.iceperience.id. Selain memberi ruang bagi para produser musik lewat EMPC, program ICE 2019 juga menyasar para disc jockey dengan menggelar DJ Battle di dua kota besar yaitu Jakarta dan Bandung.

Dixie selaku pelaksana program DJ Battle Bandung mengatakan bahwa kompetisi ini memiliki tujuan mencari DJ handa dan piawai di berbagai genre.

"Kenapa harus mencari sosok yang seperti itu, karena seseorang baru bisa disebut disc jockey bukan karena bisa meracik musik saja, tapi juga memahami seluk beluk dan perkembangan electronic music hingga sub-genrenya," kata dia.

Para pemenang akan mendapatkan hadiah berupa kesempatan bermain di beberapa negara Asia dengan harapan pemenang DJ Battle mendapat pengalaman dan jaringan yang luas untuk melanjutkan karier bermusiknya

Selain itu, ada juga program lain seperti event workshop bagi para pelaku dan penikmat musik elekronik yang juga diselenggarakan di Jakarta dan Bandung. Workshop ini bertujuan memberikan wawasan serta pelatihan mengenai nilai-nilai fundamental dan keahlian yang diperlukan untuk menjadi seorang DJ, Produser, Media Digital, dan lainnya.

ICE 2019 tak hanya menyasar pelaku musik elektronik, tetapi juga menyiapkan program bagi penikmat musik elektronik dengan menggelar beberapa party event di sepanjang tahun 2019 dengan konsep yang akan membuat para partygoers mendapatkan pengalaman yang berbeda dari sisi bonding, indentity, dan engagement dalam setiap party-nya.

Seperti program ‘Golden Time’ yang akan diadakan di Bandung pada Juli 2019 mendatang. Sesuai namanya, music party ini mempunyai konsep yang unik yaitu Sunset to Sunrise”, di mana partygoers dapat merasakan party dari matahari terbenam sampai matahari terbit.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar