Yamaha Aerox

Tasikmalaya yang tak Lagi Resik

  Sabtu, 18 Mei 2019   Irpan Wahab Muslim
Tumpukan sampah di Jalan Saptamarga, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya. (Irpan Wahab Muslim/ayobandung.com)

TASIKMALAYA, AYOBANDUNG.COM -- Anggapan Tasikmalaya sebagai kota resik sepertinya mulai memudar. Hal ini disebabkan oleh banyaknya tumpukan sampah di setiap sudut kota sehingga justru menimbulkan kesan jorok, kumuh, dan jauh dari tertata.

Dari pantauan ayotasik.com dilapangan, tumpukan sampah terpantau di jalan Saptamarga, Kecamatan Tawang. Tumpukan sampah menghiasi pinggir jalan dan menimbulkan bau tidak sedap.

Selain di jalan Saptamarga, tumpukan sampah juga terpantau di Jalan Letnan Harun, Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Bungursari. Tumpukan sampah ini bahkan berada tidak jauh dari Balekota Tasikmalaya.

Kondisi banyaknya tumpukan sampah ini disayangkan banyak pihak. Heru (34) warga Kecamatan Bungurasari mengatakan, tumpukan sampah terutama yang ada di pinggir jalan tentu saja mencoreng sebutan Kota Resik yang salam ini disematkan kepada Tasikmalaya.

"Kesannya jadi tidak resik. Sebutan kota resik itu seolah hilang disaat melihat realitas yang ada dilapangan bahwa tumpukan sampah ada di setiap sudut Kota, " papar Heru, Sabtu (18/5/2019).

Heru menambahkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya sepertinya tidak serius dalam penanganan sampah. Penumpukan sampah diketahui bukan hanya terjadi saat ini, tetapi hampir setiap dua minggu.

"Tumpukan sampah itu kebanyakan bukan dari wilayah sini, ada dari wilayah lain yang sengaja membuang sampah disini. Banyak yang membuang akhirnya menumpuk dan pengangkutan seriing terlambat, " papar Heru.

Hal yang sama dikeluhkan Emil Kurnia (38) warga Kecamatan Tawang. Emil mengatakan, penumpukan sampah sering menimbulkan bau tidak sedap. Bahkan dalam jangka panjang, dikhawatirkan justru menimbulkan masalah kesehatan.

"Bau sekali, khawatirnya nanti mengganggu kesehatan masyarakat sekitar. Harusnya rutin tiap hari atau dua hari sekali dilakukan pengangkutan, " ungkap Emil.

 

Armada Sampah Jauh dari Ideal

Ketua Dewan Pengurus Daerah Lembaga Penyelamat Lingkungan Hidup (DPD LPLHI) Kota Tasikmalaya Asep Devo mengatakan idealnya jumlah armada pengangkut sampah di Kota Tasikmalaya mencapai 70 unit sampai dengan 80 unit. Sat ini, Pemkot Tasikmalaya hanya memiliki 30 armada sampah 

"Jumlah itu dilihat dari rasio produksi sampah yang dihasilkan masyarakat setiap hari yang mencapai 150 hingga 200 ton, " papar Asep kepada wartawan.

Ditambahkan Asep, beberapa tahun belakangan, Pemkot Tasikmalaya tidak lagi menganggarkan untuk pengadaan armada sampah serta penataan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Ciangir Kecamatan Tamansari. Belakangan, bantuan alat berat didapatkan dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

"Baik pembebasan lahan, pengadaan sarana dan prasarana di TPA juga tidak dianggarkan, " kata Asep.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar