Yamaha Aerox

Ini Ketentuan Pembayaran THR Menurut Surat Edaran Kemenaker

  Sabtu, 18 Mei 2019   Fira Nursyabani
Menteri Tenaga Kerja, Hanif Dhakiri. (ANTARA FOTO/Risky Andrianto)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri mengeluarkan Surat Edaran Nomor 2 Tahun 2019 tentang Pelaksanaan Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2019 Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.

AYO BACA : Ini Aturan Perhitungan THR Pekerja Perusahaan Swasta

Dari siaran pers Kemnaker yang diterima, Sabtu (18/5/2019), menyebutkan bahwa surat tersebut ditujukan kepada para gubernur di seluruh Indonesia. Dalam surat edaran tersebut, THR diberikan kepada pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja satu bulan secara terus-menerus atau lebih.

AYO BACA : Perusahaan yang Tidak Berikan THR Akan Disanksi

Tunjangan juga diberikan kepada pekerja/buruh yang mempunyai hubungan kerja dengan pengusaha berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak tertentu atau perjanjian kerja waktu tertentu. Surat edaran tersebut juga membahas jumlah THR yang wajib dibayarkan oleh perusahaan, yaitu jika pekerja/buruh telah mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus-menerus atau lebih, akan diberikan sebesar satu bulan upah.

Untuk pekerja/buruh yang mempunyai masa kerja antara satu sampai dengan 12 bulan maka diberikan secara proporsional dengan perhitungan lama masa kerja dibagi 12 bulan dan dikali satu bulan upah.

AYO BACA : Cara Cerdas Kelola THR saat Lebaran

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar