Yamaha NMax

Pakar IPB: Cacar Monyet Bisa Tertular Melalui Cakaran dan Gigitan

  Jumat, 17 Mei 2019   Husnul Khatimah
Profesor Srihadi Agung Priyono (Dok. pribadi)

BOGOR, AYOBANDUNG.COM -- Penyakit cacar monyet dikabarkan masuk ke Singapura. Kasus ini ditemukan pada salah seorang warga asal Nigeria yang datang berkunjung pada April lalu.

Merebaknya kabar tersebut membuat Kementerian Kesehatan RI menerbitkan surat edaran yang meminta dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/kota serta Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), rumah sakit, dan Puskesmas untuk mewaspadai penyakit tersebut.

Pakar Fakultas Kedokteran Hewan (FKH), Institut Pertanian Bogor (IPB), Profesor Srihadi Agung Priyono mengatakan monkeypox atau cacar monyet merupakan penyakit yang disebabkan virus monkeypox. Virus ini termasuk genus Orthopoxvirus, famili Orthopoxviridae.

AYO BACA : Tanda Awal Cacar Monyet, Kulit Melepuh Berisi Cairan Bening

Penyakit ini seperti smallpox pada manusia, yang disebabkan variola atau smallpox virus yang berkerabat dekat dengan monkeypox yang bersumber pada hewan. 

“Hewan yang peka terhadap monkeypox virus diantaranya monyet, kera, rodensia, dan mamalia kecil. Sumber virus di hewan bisa berasal dari lesio kulit, urin, feses, eksudat dari mulut, hidung, dan konjungtiva, serta semua jaringan hewan terinfeksi,” ujar Srihadi Agung Priyono yang juga merupakan Dekan Fakultas Kedokteran Hewan IPB, Jumat (17/5/2019).

Srihadi menuturkan penularan dari hewan ke hewan melalui kontak langsung dengan sumber virus misalnya gigitan, cakar, dan endusan. Penularan diduga terjadi juga melalui aerosol atau kontak dekat.

AYO BACA : Apa Beda Cacar Monyet dengan Cacar Air?

Penularan dari hewan ke manusia bisa melalui kontak langsung dengan lesio (kulit), darah, dan cairan (eksudat) hewan terinfeksi, gigitan dan cakaran, melalui aerosol saat kontak dekat dengan hewan terinfeksi, serta konsumsi daging hewan liar yang dikenal bush meat . Kasus bush meat merupakan kasus pada manusia di Afrika. 

“Penyakit monkeypox belum pernah dilaporkan di Indonesia baik pada hewan maupun manusia, sehingga penyakit ini dalam istilah kesehatan hewan dikategorikan eksotik,” kata Srihadi.

Namun demikian dari aspek kesehatan hewan, otoritas veterineri perlu membuat kebijakan tentang tindakan-tindakan preventif terkait masuknya hewan-hewan, terutama rodensia dan ‘exotic pet’ dari negara endemik monkeypox.

"Mengingat ini penyakit zoonotik, maka perlu ada koordinasi antara bidang kesehatan, kesehatan hewan, satwa liar, dan instansi terkait, untuk segera membuat serta mengambil langkah-langkah tindakan preventif termasuk kesiapsiagaan darurat atau emergency preparedness terkait masuknya virus Monkeypox,” jelas Srihadi.

Selain itu, kata Srihadi, komunikasi, informasi dan edukasi terhadap masyarakat harus segera disusun dalam rangka meredam keresahan dan kekhawatiran masyarakat. 

Srihadi juga mengatakan, para pakar di FKH IPB sepakat agar masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan dan tetap memperhatikan himbauan dan saran yang disampaikan oleh pemerintah melalui instansi terkait.

AYO BACA : Mengenal Cacar Monyet, Penyakit Mematikan yang Intai Indonesia

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar