Yamaha Mio S

Misteri di Balik Nama Kuliner Asli Bandung

  Jumat, 17 Mei 2019   Adi Ginanjar Maulana
Ilustrasi batagor

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM--Bandung memang dikenal surganya kuliner. Dengan kreativitas dan inovasinya, memunculkan beragam kuliner maknyus.

Tak hanya soal rasa yang enak, kuliner Bandung juga terkenal unik soal penamaan. 

Berikut sejumlah misteri di balik nama-nama kudapan di Kota Bandung lainnya: 

Ciu

Namanya yang hanya terdiri dari 3 huruf tidak membuat kudapan ini menjadi simpel baik dari rasa, bahan  maupun cara mengolahnya.

Ciu adalah singkatan dari aci jeung cau (kanji dan pisang). Tepatnya berasal dari potongan pisang Kepok dipadukan dengan adonan ber aroma daun pandan dan tepung beras. Kemudian dikukus dengan balutan daun pisang.

AYO BACA : KULINER BANDUNG: Kerupuk ‘Jadul Bandung’, Digemari Sejak 50 Tahun Lalu

Melihat adonanya kita pasti teringat makanan tradisional lainnya, nagasari. Tetapi lain dengan ciu komposisi pisang yang ditambahkan memiliki porsi lebih banyak daripada adonan kuenya.

Zaman dahulu di saat kita sering melancong ke bioskop pinggiran kota atau misbar (gerimis bubar) ciu adalah andalan yang selalu dikawal oleh rebusan ubi dan kacang. Serta tentu saja ditemani bajigur atau bandrek sebagai pelancar kerongkongan saat mengkonsumsinya.

Colenak 

Colenak berasal dari singkatan “dicocol enak”. Cara mengudapnya memang tak seperti namanya karena pada dasarnya colenak memang sudah dibubuhi bumbu pada saat menghidangkannya sehingga tidak perlu lagi ada proses mencocol.

Colenak adalah salah satu makanan tradisional yang berumur  hampir 100 tahun. Colenak pertama kali diperkenalkan oleh Aki Murdi asal Padasuka Bandung  pada tahun 1930.

Hingga kini pun Colenak Aki Murdi masih bisa dibeli di Jalan Jend Ahmad Yani No 733 Kecamatan Cibeunying Kidul Kota Bandung.

AYO BACA : 8 Kuliner di Bandung yang Bikin Ngiler dan Ketagihan

Batagor

Makanan ini memang tergolong sebagai makanan berat dan bukan merupakan kudapan. Batagor juga menjadi makanan nasional. 

Batagor adalah asli kelahiran dan dibesarkan di Kota Bandung. Batagor atau baso tahu goreng adalah putra dari makanan legendaris khas Bandung yang bernama bakso tahu siomay atau orang Jakarta menyebutnya siomay.

Pada dasarnya bahan dari batagor adalah tahu, adonan tepung terigu dan cincang ikan tenggiri, serta lembaran pangsit untuk siomaynya.

Konon, batagor lahir dari ketidaksengajaan. Saat itu, Isan atau Ihsan adalah seorang penjual bakso keliling di seputaran Jalan Kopo, Bandung Tahun 1973. Pada suatu hari, bakso yang dijajakan kurang laku di jual. Lalu muncul ide sederhana untuk menggoreng sisa bakso tahu tersebut.

Pada awalnya bakso tahu yang digoreng tersebut ia bagikan pada tetangga, namun ternyata para tetangganya sangat menyukainya. Malah ada tetangga yang diminta untuk dibuatkan lagi. Melihat antusiasme tersebutlah, Ihsan mulai mencoba menjajakan bakso tahu yang telah digoreng bersama baso tahu yang biasa ia jual. 

Di luar perkiraannya, ternyata peminatnya banyak, bahkan berdagang bakso tahu yang digoreng lebih laku dari berjualan bakso saja.

Batagor memliki bumbu yang sama dengan ayah kandungnya  baso tahu siomay  yaitu sambal kacang pedas, kecap manis, plus perasan jeruk limo.

AYO BACA : Kuliner Bandung: Mastarone, Dapoernya Soto Sejak 2004

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar