Yamaha Mio S

Lokasi Pergeseran Tanah di Gunungbatu Jadi Kampung Mati

  Kamis, 16 Mei 2019   M. Naufal Hafizh
Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengamati salah satu rumah rusak terdampak bencana gerakan tanah di Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (2/5/2019). (ANTARA FOTO/Budiyanto)

SUKABUMI, AYOBANDUNG.COM—Lokasi bencana pergeseran tanah di Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, tepatnya di Kampung Gunungbatu sudah menjadi kampung mati karena ditinggalkan warganya.

Seluruh penghuninya sudah meninggalkan kampung ini, baik yang memilih tinggal di pengungsian maupun numpang di sanak keluarganya, kata Kepala Desa Kertaangsana Agus Sudrajat di Sukabumi, Kamis (16/5/2019).

AYO BACA : 90 Rumah Rusak Berat di Sukabumi Akibat Pergeseran Tanah

Kampung Gunungbatu, ungkapnya, sudah tidak bisa lagi dijadikan permukiman. Hal ini berdasarkan pada hasil penelitian yang dilakukan Badan Geologi yang menyebutkan daerah ini masuk zona merah bencana.

Bahkan, hampir setiap hari tanah bergeser, yang awalnya hanya beberapa sentimeter sekarang bisa hingga satu hingga enam meter setiap jamnya.

AYO BACA : Ratusan Warga Sukabumi Mengungsi karena Pergeseran Tanah

Selain itu, warga yang rumahnya terdampak bencana sudah dilarang masuk ke kampung tersebut, dikhawatirkan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Dari data terakhir, jumlah rumah yang ambruk sebanyak 90 unit dan 36 lainnya terdampak. Meski tidak hancur, namun rumah sudah tidak bisa lagi digunakan sebab kondisinya sudah miring dan sewaktu-waktu bisa ambruk.

Meskipun tidak ada korban jiwa pada bencana ini, tetapi ratusan jiwa harus kehilangan tempat tinggalnya. Bahkan, harus merelakan rumah dan tanahnya tersebut untuk ditinggalkan karena sudah tidak bisa lagi digunakan, tambahnya.

Agus mengatakan, saat ini tengah dibangun hunian sementara untuk para korban bencana yang bantuan ini berasal dari warga yang ingin namanya tidak disebut. Diharapkan pada 7 Juni 2019, huntara tersebut bisa selesai dibangun dan seluruh pengungsi yang bertahan di pengungsian bisa dipindahkan sementara.

Adapun lokasi huntara berada di Kampung Cigarogeh, yang jaraknya sekitar satu hingga satu setengah kilometer dari Kampung Gunungbatu. Lokasi pembangunan huntara ini cukup strategis dan lahannya milik pengusaha swasta.

AYO BACA : Rumah di Kampung Gunungbatu Sukabumi Amblas Akibat Pergeseran Tanah

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar