Yamaha NMax

Lipkhas KPPS : Bawaslu Jabar Minta Pemiku 2019 Dievaluasi Menyeluruh

  Rabu, 15 Mei 2019   Faqih Rohman
(Attia/Ayobandung.com)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM--Pemilu 2019 telah usai, tetapi meninggalkan duka mendalam. Pasalnya ratusan anggota KPPS dan puluhan pengawas Pemilu meninggal dunia, serta lainnya terpaksa menjalani perawatan akibat kelelahan.

Jatuhnya korban pada Pemilu 2019 ditenggarai karena beratnya beban kerja. Sehingga diperlukan adanya evaluasi secara menyeluruh pada penyelenggaraan pesta rakyat lima tahunan tersebut. 

Ketua Bawaslu Jabar, Abdullah mengatakan desain sistem pelaksanaan Pemilu 2019 perlu dikaji kembali oleh pemerintah dan dewan perwakilan rakyat. Sehingga dikemudian hari tidak menimbulkan korban. 

AYO BACA : Lipkhas KPPS: Jumlah Petugas Pemilu 2019 Meninggal 498 Orang, Jabar Paling Tinggi

Sambungnya, dia menilai pada pelaksanaan kemarin semua perhatian terlalu terfokus pada aspek keamanan. Namun, kedepannya perlu diperhatikan berbagai aspek pendukung lainnya.

"Misalnya kemarin terlalu fokus aspek keamanan hanya saja kedepan dukungan-dukungan tim medisnya pada proses rekap dan segala macam harus ada back up sehingga terkontrol petugas yang sedang bertugas terpantau kondisi dan situasinya," ujarnya kepada ayobandung.com, Rabu (15/5/2019).

Abdullah mengungkapkan pihaknya telah melakukan berbagai upaya terkait fenomena ini, salah satunya mengupayakan dengan memberikan santunan kepada keluarga korban. 

AYO BACA : Lipkhas KPPS: Beban Petugas Pemilu Tidak Sederhana

"Keluarga korban ada santunan yang diberikan Rp36 juta. Sedangkan yang sakit juga dalam perhatian tetapi nanti belum bisa disebutkan lihat dari kondisi sakitnya," ucapnya. 

Dia menambahkan ini menjadi perhatian berbagai pihak, karena jumlah yang meninggal dunia terbilang tidak sedikit. Ditenggarai faktor utamanya jatuhnya korban karena faktor kelelahan dan beban kerja yang sangat berat sehingga berdampak luar biasa. 

Terkait adanya, pihak-pihak yang meminta dilakukannya otopsi terhadap korban, Abdullah tidak mau menanggapinya karena itu bukan ranahnya tetapi semuanya dikembalikan kepada pihak keluarga.

"Saya kita soal itu kan keluarga atau pihak yang bersangkutan langsung, kami tidak mau masuk dalam wilayah itu," pungkasnya.

AYO BACA : Lipkhas KPPS: Beban Kerja Sangat Melelahkan, Energi Terkuras

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar