Yamaha Aerox

Apa yang Harus Dipersiapkan Sebelum Menikah?

  Rabu, 15 Mei 2019   Redaksi AyoBandung.Com
Sampul buku Sehidup Sesurga karya Fahd Pahdepie. (Foto: Rifqoh Ihsani Afniyah)

Setelah membaca buku panduan persiapan diri sebelum menikah, mendengar ceramah ustaz di pengajian dan Youtube,  membaca bab khusus tentang pernikahan di situs agama, dan mendengar pengalaman orang yang sudah menikah, rasanya diri masih merasa kurang untuk berumah tangga. Mungkin hal itu dirasakan pula oleh kalian. Apalagi ketika terbersit pertanyaan, Apa yang harus dipersiapkan sebelum menikah?, Sudah pantaskah saya menikah?

Sampai akhirnya saya bertemu teman dan dipinjami buku Sehidup Sesurga karya Fahd Pahdepie. Isinya berupa catatan-catatan pendek—sesekali diselingi puisi—tentang pengalaman penulis mempersiapkan pernikahan, saat menjadi suami, saat menjadi ayah, dan menunjukkan semua hal dalam berumah tangga saling berkaitan dengan pribadi kita saat ini.

Membaca buku ini, pembaca seolah sedang ngopi di kafe. Lalu mendengarkan Fahd berkisah tentang pengalamannya berkeluarga. Pengalaman yang jauh dari masalah. Adapun masalah selalu dilihat dari cara pandang yang menyenangkan.

Gaya penyampaiannya santai dan tidak menggurui, sesekali seolah memberi kita waktu untuk menyeruput kopi.

Setiap fase kisah mulai dari pertemuan dengan kekasih, berkeluarga, menjadi orang tua, hingga memahami kebaikan orang tua yang dulu tidak kita pahami, disampaikan dengan yakin dan sederhana.

Fahd, seolah tahu keresahan umum dari calon pengantin, mulai dari siapkah menikah di usia muda, bagaimana rezeki setelah menikah, apa hal yang harus dipersiapkan sebelum menikah, dan lain-lain. Semua itu dituliskan dari sudut pandang suami yang ingin memberikan seluruhnya untuk keluarga.

Misalnya, Fahd dalam bab pertama Apakah Engkau Sudah Siap Menikah? mengisahkan kesiapannya menikah di usia 23, yang relatif muda.

AYO BACA : Oded Imbau Pemuda Bandung Menyegerakan Menikah, Kenapa?

Dia pernah ditanya oleh temannya, apa kunci keberanian menikah di usia muda? Fahd menjawab, Tidak tahu. Namun, Fahd menyarankan agar kokoh dengan pilihan dan pendirian, serta menaruh hati di puncak gunung.

Fahd mengatakan, Tentang pernikahan, selama apapun saya menjalaninya, tak akan pernah selesai. Saya masih terus mengejar dan memburu hati yang telah saya simpan di puncak gunung. (hlm. 15)

Dalam perjalanan dan pendakian (menuju hati di puncak gunung), banyak yang memberi tahu saya tentang hal-hal buruk yang mungkin terjadi, banyak hutan yang belum pernah saya masuki, banyak rawa yang belum pernah saya ketahui. Dan, barangkali ada beberapa ketidakberuntungan yang sedang mengintai saya, seperti binatang buas yang siap menerkam kapan saja. (hlm. 15)

Namun, apapun yang terjadi, karena telah menaruh hati di puncak gunung, Fahd akan berusaha mencapainya. Sayangnya, hati di sini tidak dijelaskan apa maksudnya. Beberapa hal dalam catatan lain pun maksudnya masih samar.

Selain itu, dalam catatan Menikah Sebelum Mapan, Fahd berpendapat bahwa prinsip 'menikah sebelum mapan' adalah pilihan yang penuh optimisme sekaligus empati. Carilah orang yang akan mengajak Anda sukses dan bahagia bersama, bukan orang yang merasa sudah sukses, lalu hanya akan menjadikan Anda 'pelengkap'. (hlm. 20)

Dalam buku ini pun dibahas mengenai mengatur langkah setelah menikah, hal-hal sederhana yang ternyata wujud dari cinta, hal-hal yang harus dihindari saat berkeluarga, memandang masalah yang sebenarnya anugerah, hingga tindakan-tindakan orang tua kepada kita ketika masih kecil, yang terkadang membuat kita kesal, padahal mengandung maksud yang mulia untuk masa depan anaknya.

Fahd, di beberapa bagian akhir catatan, menginterupsi kita agar memanfaatkan waktu yang ada agar memberikan segala yang kita bisa untuk membahagiakan orang tua, keluarga, dan siapa saja.

AYO BACA : 8 Pasangan Difabel Menikah di Pendopo Kota Bandung

Bukan sekadar berbakti, tapi apa yang dilakukan saat ini adalah pahala yang memberikan jalan untuk teguh beribadah kepada-Nya.

Buku ini, saya pikir, sangat cocok untuk kalian yang ingin mengintip bahtera rumah tangga, menjadi dewasa bersama pasangan, dan memanfaatkan momen saat ini untuk menjadi orang baik.

Data Buku

Judul: Sehidup Sesurga

Penulis: Fahd Pahdepie

Penerbit: Pandamedia

Tahun terbit: 2016

Halaman: x + 210 hlm; 14 x 20 cm

ISBN: 978-979-780-845-7

Rifqoh Ihsani Afniyah

AYO BACA : Pentingnya Cek Thalasemia Sebelum Menikah

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar