Yamaha Lexi

Pakar TI Dorong Kominfo Cegah Konten Penghina Presiden

  Rabu, 15 Mei 2019   M. Naufal Hafizh
Tangkapan layar video ancaman terhadap Presiden Joko Widodo. (Twitter)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM—Pakar Teknologi Informasi (TI) Univesitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang, Solichul Huda, meminta peran aktif Kementerian Komunikasi dan Intormatika (Kominfo) dalam upaya mencegah konten media sosial yang berisi penghinaan terhadap kepala negara.

"Pihak yang berwenang mengontrol jaringan internet dan media sosial sepertinya belum berbuat banyak," kata Huda dikutip dari Antara, Rabu (15/5/2019).

AYO BACA : Polisi: Pelaku Pengancam Presiden Ditangkap Saat Hendak Melarikan Diri

Padahal, lanjut dia, dalam beberapa pekan terakhir ini kepolisian sibuk dengan penanganan perkara tentang penghinaan dan pengancaman terhadap kepala negara.

Dia menambahkan, Kominfo dan Badan Siber dan Sandi Negara seharusnya bisa berperan lebih.

AYO BACA : Polisi: Perempuan yang Rekam Video Penghina Presiden Bukan Guru Sukabumi

Ia menjelaskan Kominfo bisa saja bekerja sama dengan admin pemilik media sosial untuk menyaring konten yang akan disiarkan.

Penyelenggara jaringan internet, lanjut dia, juga digandeng untuk menyampaikan tentang ancaman pidana Undang-undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

"Buat strategi untuk mengidentifikasi pelanggaran UU ITE, khususnya melalui media sosial," katanya.

Kominfo, lanjut dia, bisa juga bekerja sama dengan kepolisian untuk menindaklanjuti patroli siber yang hasilnya bisa langsung ditangani oleh kepolisian.

Dalam satu unggahan video tentang dugaan pelanggaran UU ITE, kata dia, setidaknya ada tiga unsur yang terlibat, yakni aktor yang ada di dalam video, perekam, serta pengunggah videonya.

AYO BACA : Perekam Video Ancaman Penggal Kepala Jokowi Akhirnya Tertangkap

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar