Yamaha NMax

MER-C Sarankan KPU Hentikan Penghitungan Suara

  Rabu, 15 Mei 2019   M. Naufal Hafiz
Anggota Presidium MER-C dr Sarbini Abdul Murad (tengah) bersama Presidum MER-C lainnya Dr Joserizal Jurnalis (kanan) dan Ketua Divisi Kontruksi MER-C, Faried Thalib (kiri) saat memberikan keterangan. (FOTO ANTARA/Reno Esnir)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM—Pembina organisasi sosial kemanusiaan MER-C Joserizal Jurnalis menyarankan KPU menghentikan proses penghitungan suara dan berkoordinasi dengan kementerian lembaga lain untuk mencegah bertambahnya korban sakit dan meninggal dari petugas KPPS.

Harusnya ini jadi tanggung jawab negara, ada tidak perasaan sense of crisis sense of emergency, kalau itu ada, Kemenkes, Depkeu, KPU, Bawaslu segera bertindak, hentikan penghitungan suara, fokus masalah ini, kata Joserizal ketika ditanya mengenai saran untuk mencegah jatuhnya korban meninggal petugas KPPS dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (15/5/2019).

AYO BACA : Perekam Video Ancaman Penggal Kepala Jokowi Akhirnya Tertangkap

Kementerian Kesehatan melalui dinas kesehatan tiap provinsi melaporkan jumlah petugas KPPS yang sakit sudah mencapai sekitar 10 ribu orang. MER-C menilai orang yang sakit tersebut sangat berpotensi menjadi korban meninggal apabila tidak ditangani.

Anggota Presidium MER-C Arief Rahman mengatakan, dengan menghentikan proses penghitungan suara, petugas yang melaksanakan penghitungan bisa beristirahat agar tidak kelelahan dan mencegah jatuhnya korban lebih lanjut.

AYO BACA : AHY, Yenny Wahid, dan 9 Kepala Daerah Adakan Pertemuan Tertutup

KPU selalu mengatakan kebanyakan dari mereka meninggal karena kelelahan, akibat proses kerja penghitungan suara, logikanya kalau kelelahan karena proses itu aktivitasnya disetop atau diganti, itu yang selalu disampaikan oleh MER-C. Tapi kalau kekeh penyebabnya kelelahan, untuk mencegah korban lebih lanjut, aktivitasnya dihentikan. Jangan dilanjutkan, banyak yang lelah, kemudian meninggal, kata Arief.

MER-C akan menggugat KPU dan pemerintah Indonesia ke Mahkamah Pidana Internasional (ICC) atau Mahkamah Internasional (ICJ) dan Dewan Hak Asasi Manusia PBB (UNHRC) apabila abai terhadap penanganan kasus meninggalnya petugas KPPS.

Joserizal mengatakan, jika KPU serius menanggapi ini dan menghentikan proses penghitungan suara, MER-C akan mengurungkan niat untuk melanjutkan gugatan internasional.

MER-C telah membentuk tim mitigasi sejak awal kejadian dengan dua fokus, yakni mencari penyebab kematian dan melakukan pencegahan makin bertambahnya korban meninggal.

Tim MER-C saat ini mengambil beberapa sampel dari korban sakit, melakukan autopsi verbal dengan mewawancarai keluarga korban, dan masih berupaya mencari keluarga korban meninggal yang mengizinkan untuk dilakukan autopsi klinis terhadap jasad korban.

AYO BACA : MER-C Akan Gugat KPU ke Internasional Jika Abaikan Kasus KPPS Meninggal

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar