Yamaha Mio S

Mahasiswa Unpad Imbau Masyarakat untuk Peduli Kesehatan Mental

  Rabu, 15 Mei 2019   Andres Fatubun
AKU Project 2019 diselenggarakan di Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor pada Selasa (15/05/2019).

JATINANGOR, AYOBANDUNG.COM -- Dalam rangka menyambut bulan Mei sebagai "Mental Health Awareness Month", mahasiswa Prodi Hubungan Masyarakat Fakultas Ilmu Komunikasi Unpad mengadakan kampanye peduli kesehatan mental bertajuk. AKU Project 2019. Acara ini diselenggarakan di Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor pada Selasa (15/05/2019).

Acara ini terbuka untuk umum dan tidak dikenakan biaya. Kegiatan yang dipelopori oleh mahasiswa ini berangkat dari bentuk kepedulian akan isu kesehatan mental serta kasus bunuh diri di kalangan mahasiswa. 

"AKU Project mengambil tema self love untuk mencintai dirinya sendiri serta lebih mengenal dirinya dan orang lain. Selain itu, mental health menjadi isu yang harus dipehatikan di masyarakat. Semoga acara ini dapat mendorong kita untuk lebih perhatian dan mendengarkan sesamanya." ujar Haiva Nurani, selaku ketua pelaksana acara AKU Project 2019.

Dalam acara AKU Project 2019 ini terdiri dari talkshow interaktif, art installation, serta tes dan konseling gratis kesehatan mental. 

Art installation yang bertajuk "The Untold Story" yang berkaitan erat dengan kesehatan mental. Melalui instalasi seni ini, para peserta diajak untuk mengekspresikan diri serta mengenal dan menghargai diri sendiri. Para peserta di instalasi seni pun terlihat ramai berfoto dan menikmati karya seni.

"Instalasi seni ini bukan hanya galeri seni, tapi juga media yang memotivasi untuk mengekspresikan diri dalam bentuk karya seni yang unik," ujar Ibnu selaku salah satu peserta.

Puluhan peserta mahasiswa dari berbagai latar belakang program pendidikan juga banyak yang mengantre untuk melakukan konsultasi. Konseling mengenai kesehatan mental ini berasal dari KEMENKES RI dan Tim Pelayanan dan Bimbingan Konseling Fakultas Psikologi Unpad. Tes kesehatan mental dilakukan di ruangan terbuka sedangkan konseling dilakukan secara privat di ruang tertutup.

"Layanan ini diadakan dengan harapan untuk menghindari self-diagnosis," ujar Haiva.

Berbagai pakar di bidang kesehatan mental pun dilibatkan dalam acara ini. Pembicara dalam sesi talkshow AKU Project 2019 di antara lainnya adalah Hari Setyowibowo selaku psikologi dan dosen Fakultas Psikologi Unpad, Jiemi Ardian selaku psikiater dan Hypnotheraphist, dan Lina Regina Mangaweang selaku perwakilan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

"Kesehatan mental memerlukan penanganan serius dan tidak boleh sembarangan didiagnosa. Oleh karena itu, diagnosa kesehatan mental memerlukan tenaga profesional dan tidak boleh dilakukan oleh diri sendiri." ujar Jiemi.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar