Yamaha NMax

Chatbot, 'Mimin' Masa Depan untuk Bisnis Online

  Rabu, 15 Mei 2019   Nur Khansa Ranawati
Talkshow soal penggunaan chatbot untuk berbisnis bersama CEO Talkabot.ID, Disantra Vantari di gedung Bandung Creative Hub, Selasa (14/5/2019). (Nur Khansa Ranawati/ayobandung.com)

BATUNUNGGAL, AYOBANDUNG.COM -- Urusan balas-membalas chat pelanggan bagi para pemilik atau admin bisnis online kerap kali menjadi hal yang gampang-gampang susah. Banyaknya pesan yang masuk dalam satu waktu tak jarang membuat admin kelimpungan, yang bahkan berpotensi pada hilangnya pelanggan karena respon yang lambat.

Padahal, saat ini dunia bisnis online sudah dapat dimudahkan dengan kemunculan aplikasi penjawab pesan secara otomatis via robot Artificial Intellegence (AI) bernama chatbot. Namun, belum banyak pelaku bisnis di Indonesia, termasuk Kota Bandung, yang memercayai kemampuan chatbot untuk menangani pelanggan. 

Untuk itu, komunitas start-up Indostarter regional Jawa Barat dan Bandung menggelar talkshow soal penggunaan chatbot untuk berbisnis bersama CEO Talkabot.ID, Disantra Vantari di gedung Bandung Creative Hub, Selasa (14/5/2019) sore. Talkshow yang dihadiri sekitar 20-an pesera tersebut membahas mulai dari cara penggunaan chatbot untuk pebisnis, cara mengajari chatbot hingga tingkat kecerdasan chatbot yang dapat dimanfaatkan pebisnis.

Disantra mengatakan, salah satu keuntungan yang paling kentara adalah kemampuan chatbot dalam mengingat pelanggan sehingga pesan yang dikirimkan dapat bersifat lebih personal.

"Di industri bisnis online kan admin suka mengkategorisasi pelanggan jadi 'sudah bayar' atau 'belum bayar'. Chatbot bisa mempelajari konsumennya dan mengingat nama konsumennya. Kan orang akan lebih enak disapa dengan nama dibanding sekedar dipanggil 'kak' atau 'sis'," ungkapnya.

AYO BACA : Riset: Netizen Habiskan Rp1,2 Juta untuk Belanja Online Selama Ramadan

Tak hanya itu, dengan kemampuannya mengingat perilaku konsumen, chatbot juga dapat merekam sejarah transaksi para pelanggan. Sehingga, dalam transaksi selanjutnya, chatbot bahkan bisa menawarkan produk sejenis atau produk diskon serupa barang favorit yang pernah dipesan pelanggan yang bersangkutan.

"Seperti kita masuk ke kafe dan disapa, 'mau pesan kayak biasa?', itu menimbulkan rasa senang pada konsumen juga," ungkapnya.

Tak hanya dapat membalas pesan secara lebih personal, chatbot juga dapat menjadi solusi ketika admin berada di luar jam kerja. Pasalnya, Disantra mengatakan, justru pesanan online shop banyak masuk di luar jam kerja pada umumnya.

"Padahal banyak banget chat yang masuk di luar jam kerja admin. Convert-nya pada bisnis juga besar, bisa sampai puluhan juta di situ (waktu di luar jam kerja). Jadi chatbot juga bisa meningkatkan revenue," jelasnya.

AYO BACA : Survei: Sebagian Besar Masyarakat Belanjakan THR Secara Online

Saat ini, chatbot keluaran perusahaan start-up miliknya memiliki kapasitas membalas pesan yang bersifat repetitif, seperti format pesanan hingga mengecek stok barang yang disinkronisasi ke database toko yang bersangkutan.

"Tapi bukan tidak mungkin dalam 3-4 tahun lagi bisa sama pintarnya dengan manusia, karena chatbot dipakaikan machine learning, alias software yang bisa melatih dirinya belajar sendiri," tuturnya.

Tak sekedar membantu meringankan kerja admin dalam membalas dan mengkurasi pesanan pelanggan lewat pesan singkat, lebih dari itu, chatbot juga dapat mengumpulkan data para pelanggan yang nantinya dapat dimanfaatkan sebagai masukan dalam keputusan bisnis, seperti data barang favorit konsumen, dan sebagainya.

"Orang-orang suka menganggap remeh, padahal data itu besar sekali dampaknya. Kita bisa tahu apa yang konsumen suka, dan sebagainya," ungkapnya.

Saat ini, chatbot miliknya sudah dapat diaplikasikan di aplikasi pesan singkat WhatsApp dan Line, juga live chat yang terdapat dalam laman situs onlineshop. 

AYO BACA : Cara Berbisnis untuk Orang Tua Anak Penderita Autis, pada URL

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar