Yamaha

Lipkhas KPPS: Gagal Jantung Penyebab Utama Petugas Pemilu Meninggal

  Rabu, 15 Mei 2019   Andres Fatubun
Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara melakukan penghitungan (rekapitulasi) surat suara calon presiden dan calon wakil presiden Pemilu 2019 di bawah flyover Pasupati, Kelurahan Tamansari, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung, Rabu (17/4/2019). (Irfan Al-Faritsi/Ayobandung.com)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Hingga Senin (13/5/2019), sebanyak 498 petugas pemilu 2019 menghembuskan nafas terakhir karena menjalankan tugasnya. Data tersebut dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan berdasarkan laporan dari dinas kesehatan provinsi, kota, hingga kabupaten.

Penyebab kematian terbanyak disebabkan gagal jantung.

AYO BACA : Lipkhas KPPS: Ketua MK Mengaku Ikut Berdosa atas Jatuhnya Korban Jiwa Petugas Pemilu

Hingga Senin pukul 15.00 WIB, gagal jantung menjadi penyebab terbanyak meninggalnya petugas Pemilu 2019 dengan jumlah 48 kematian. Diikuti stroke 24 kematian, dan infarct myocard 18 kematian.

10 penyakit lainnya, yakni koma hepatikum 7 kematian, respiratory failure 9, hipertensi emergency 3, meningitis 3, sepsis 6, asma 12, diabetes mellitus 5, gagal ginjal 8, TBC 9, kegagalan multi organ 8 , dan satu lagi disebabkan oleh kecelakaan sebanyak 15 kematian. Sisanya sebanyak 323 belum tersedia data yang lengkap.

AYO BACA : Lipkhas KPPS: Jumlah Petugas Pemilu 2019 Meninggal 498 Orang, Jabar Paling Tinggi

Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan, dr. Bambang Wibowo, Sp.OG(K), MARS menjelaskan tidak mudah untuk mencari penyebab kematian karena harus melalui sejumlah proses.

Ia menambahkan dari hasil pemeriksaan, kasus meninggalnya 498 petugas pemilu dalam keadaan wajar.

Selama ini adalah (kematian) dilaporkan wajar. Artinya semua kematian yang terjadi ada alasan yang jelas tidak ada kematian yang misterius. Karena kalau dari sisi medis kalau tidak wajar petugas kesehatan harus lapor ke kepolisian untuk dilakukan tindak lanjut, artinya selama ini tidak ada yang dilaporkan untuk tindak lanjut, katanya.

Bambang menjelaskan lebih lanjut, meninggalnya petugas pemilu itu bisa dipicu oleh kelelahan. Artinya ada stressor yang bisa meyebabkan memperberat kondisi petugas Pemilu sehingga meninggal.

Tidak hanya faktor kelelahan, tapi ada faktor psikis yang menyebabkan pemicu penyakit yang diderita Petugas. Ia juga mengungkapkan ada juga penyakit penyerta yang mungkin sudah diderita korban tapi belum diketahui sebelumnya atau yang sudah diketahui sebelumnya.

AYO BACA : Lipkhas KPPS: Cerita Ketua TPS, Pemilu 2019 Memang Melelahkan

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar