DKP Bekasi Minta Pelaku Usaha Jaga Kualitas Makanan

  Selasa, 14 Mei 2019   Ananda Muhammad Firdaus
Pemerintah Kota Bekasi menggelar kegiatan inpeksi mendadak di Lotte Grosir di bilangan Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Senin (13/5/2019). (Ananda M Firdaus/Ayobandung.com)

BEKASI SELATAN, AYOBANDUNG.COM—Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Bekasi meminta agar para pelaku usaha menjaga kualitas produk yang dipasarkan. Hal itu tidak terlepas dari temuan dinas saat menggelar inpeksi mendadak atau sidak di sejumlah pasar modern maupun tradisional di Kota Bekasi.

Selain itu, masyarakat sebagai konsumen diharapkan mampu mencermati barang yang hendak dibeli.

“Ada dua imbauan, pertama, pelaku usaha untuk meningkatkan kontrolnya terhadap barang-barang yang hendak dijual dan masyarakat hendaknya hati-hati sebelum berbelanja. Agar dilihat terlebih dahulu pengemasan barangnya, tanggal kedaluwarsanya dan lainnya,” kata Kepala Bidang Keamanan Pangan pada Dinas Ketahanan Pangan Kota Bekasi Armita Siregar di sela kegiatan sidak di salah satu pasar modern di Bekasi Selatan, Selasa (14/5/2019).

AYO BACA : KULINER BANDUNG: Kurupuk Banjur, Camilan Khas Ramadan di Kabupaten Bandung

Dinas Ketahatan Pangan bersama Dinas Kesehatan menggelar sidak ke pasar-pasar sejak Senin (13/5/2019). Dalam kegiatan itu, setidaknya tiga swalayan sudah di kunjungi. Adapun tujuan kegiatan untuk menjaga kualitas produk yang diedarkan kepada masyarakat.

Selain itu, bertepatan dengan momen Ramadan, produk yang disisir juga meliputi  produk yang biasa muncul kala Ramadan, misalnya kue-kue kering dan parsel Lebaran.

Dalam penelusuran dinasnya, Armita mengakui belum menemukan makanan kedaluwarsa dalam kemasan. Kendati begitu, terdapat sejumlah makanan yang kemasannya rusak atau sudah tidak layak. Pihaknya lalu memberikan berita acara pemeriksaan pada pengelola pasar agar produk itu diretur atau dapat ditukar.

AYO BACA : KULINER BANDUNG: Kerupuk ‘Jadul Bandung’, Digemari Sejak 50 Tahun Lalu

Dalam sidak hari ini, pihaknya menemukan sejumlah buah-buahan dan telur yang dipasarkan dengan kondisi tidak layak atau hampir busuk. Untuk memastikan kondisi itu, pihaknya mengambil sampel untuk diuji lab.

“Langsung kita sita. Itu tindakannya. Nanti kita paparkan detailnya (jumlah yang disita),” terangnya.

Dia pun meminta agar pengelola pasar bisa meningkatkan kontrol terhadap produk yang dipasarkan. Dia menyarakan agar pengelola rajin melakukan penyisiran sehingga barang yang tak layak bisa langsung ditarik dari peredaran pasar.

Dia mengungkapkan, kegiatan sidak akan berlanjut selama Ramadan, baik di pasar modern maupun tradisional. “Minimal ada 17 pasar,” tandasnya.

AYO BACA : Cegah Infeksi Tenggorokan saat Puasa, Hindari Jenis Makanan dan Minuman Ini

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar