Yamaha Lexi

Hangatnya Bukber Lintas Agama ala Kampung Toleransi Paledang

  Selasa, 14 Mei 2019   Nur Khansa Ranawati
Kegiatan buka puasa bersama di Kampung Toleransi Paledang yang diikuti oleh warga dari berbagai agama. (Dok. Kampung Toleransi Paledang)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Beberapa daerah kerap memiliki tradisi kegiatannya masing-masing untuk mengisi bulan Ramadan. Salah satu yang lazim dilakukan adalah menghelat acara buka puasa bersama antarwarga.

Hal serupa juga sejak bertahun-tahun lalu rutin diadakan warga RW 2 Kelurahan Paledang, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung. Namun, kegiatan buka puasa bersama atau kerap disebut bukber (buka bareng) yang dilakukan warga Kampung Toleransi Paledang ini cukup istimewa.

Sesuai dengan julukan daerahnya, nuansa hangat toleransi kental terasa dalam acara bukber tersebut. Betapa tidak, peserta bukber juga melibatkan warga-warga non-muslim yang bahkan turut serta membawa makanan.

AYO BACA : Asyiknya, Ngabuburit di Alun-alun Lembang

Para warga di  RW 2 Kelurahan Paledang, tepatnya di Gang Ruhana dan sekitarnya, sejak lama hidup rukun berdampingan dalam agama dan budaya yang berbeda-beda. Ada Muslim, Kristiani, dan Buddha.

Hal yang istimewa, rumah ibadah masing-masing agama pun terletak berderet berdekatan dalam satu RT, hanya berjarak beberapa meter satu sama lain.

Oleh karena itu, berdasarkan penuturan salah satu warga, Intan Permata Dewi (40), warga setempat sudah sangat terbiasa saling bantu-membantu dalam acara-acara yang digelar masing-masing rumah ibadah, bahkan jauh sebelum istilah 'Kampung Toleransi' dibentuk empat tahun silam. 

AYO BACA : Istilah-istilah 'Heubeul' Saat Bulan Puasa

"Kami di sini sudah akrab sejak dulu, saya dari kecil sering main ke gereja atau wihara, yang lain juga begitu. Bukber kemarin juga hanya salah satu kebiasaan makan-makan bersama kita kalau ada acara," ungkapnya ketika ditemui di kediamannya tak jauh dari Vihara Giri Metta Paledang, Selasa (14/5/2019).

Bukber yang dilakukan secara 'botram' tersebut diselenggarakan di sepanjang Gang Ruhana, beralaskan tikar plastik dengan 'piring' makan berupa daun pisang alias ngaliwet. Warga berkumpul selepas salat Magrib, kemudian makan bersama sambil berbincang hingga waktu Isya.

"Gang Ruhana ditutup, ketika buka kami makan takjil, yang Muslim salat dulu dan sisanya menunggu untuk makan bersama. Setelah itu kami suka nonton video kegiatan-kegiatan di RW sambil menunggu isya," ungkap Ketua RW 02 Kelurahan Paledang, Rini Ambarwulan.

Bukber tersebut terakhir diselenggarakan pada Ramadan tahun lalu, dan masih menunggu waktu untuk dilaksanakan kembali tahun ini. "Biasanya di pertengahan minggu atau di akhir bulan puasa," jelas Rini.

Sebaliknya, warga Muslim pun ikut terlibat dalam pengamanan hingga persiapan perayaan-perayaan keagamaan maupun kebudayaan yang digelar pihak wihara dan gereja.

Seperti pas Kirab Budaya 2015 di wihara, rumah-rumah warga dipakai tempat istirahat, halaman gereja dipakai tempat rias, dan sebagian peserta kirab yang muslim pun mudah untuk ibadah karena tempatnya dekat," tuturnya.

AYO BACA : Ngabuburit Sehat di Lapangan Gasibu Bandung

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar