Yamaha Lexi

Tersangka Kasus Video Viral Ujaran Kebencian di Cirebon Dilimpahkan ke Polda Jabar

  Senin, 13 Mei 2019   Erika Lia
Petugas membawa tersangka kasus video ujaran kebencian dan provokasi, IAS (tengah, berpenutup kepala) ke Polda Jabar dari Polres Cirebon, Selasa (13/5/2019) malam. (Erika Lia/Ayocirebon.com)

CIREBON, AYOBANDUNG.COM--Kasus video ujaran kebencian dan provokatif di media sosial yang viral dilimpahkan Polres Cirebon ke Polda Jawa Barat. Tersangka, IAS, seorang pria yang diamankan di Kabupaten Cirebon, diboyong ke Bandung.

Kasatreskrim Polres Cirebon, AKP Kartono Gumilar mengungkapkan, pihaknya bekerjasama dengan Tim Siber Polda Jabar dalam penanganan kasus tersebut. Dia beralasan, pengembangan kasus ini membutuhkan spesialisasi tim siber Polda Jabar.

"Bekerjasama dengan Tim Polda Jabar, kasusnya dilimpahkan ke Jabar untuk dikembangkan. Lebih spesialis ya di sana untuk penanganannya," kata Kartono, Senin (13/5/2019) malam.

AYO BACA : Solatun, Dosen Penyebar Ujaran Kebencian Terancam Bui 10 Tahun

Untuk ini, IAS pun dibawa aparat kepolisian ke Polda Jabar pada Senin malam ini. Hingga sejauh ini, pihak kepolisian belum menetapkan tersangka lain.

Menurut Kartono, keterlibatan pihak lain akan terus dikembangkan aparat kepolisian. Sejauh ini, pihaknya telah memeriksa lima orang saksi.

Pihak penyidik diketahui mengajukan sedikitnya 30 pertanyaan kepada IAS. Kartono pun meyakinkan, pemberkasan kasus tersebut telah selesai di Polres Cirebon.

AYO BACA : Bahas HUT PKI di Video, Pria Ini Terancam 6 Tahun Penjara

"Serah terima berkas perkara (dari Polres Cirebon ke Polda Jabar) sudah. Kasusnya sudah kami limpahkan," tegasnya.

Sementara itu, kuasa hukum IAS, Ibrahim Kadir Tuasamu menyatakan, tiada maksud apapun dari kliennya saat memposting video tersebut. Menyebut kliennya sebagai seorang ustad dan kyai, apa yang disampaikan IAS dalam video itu menurutnya berisi pembinaan.

"Beliau (IAS) kyai, ustad. Apa yang disampaikan itu wajar. Itu adalah bahasa-bahasa pembinaan," ujarnya.

Dia memastikan, tidak ada seorang pun yang meminta atau menyuruh IAS melakukan hal tersebut. Hanya, dimungkinkannya, apa yang disampaikan IAS merupakan kata-kata penyemangat mengingat dirinya merupakan salah satu tim sukses pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Mungkin itu emosional, merasa sebagai salah satu tim 02 (Prabowo-Sandi), untuk memberi semangat. Tidak ada apa-apa, tujuannya hanya agar Negara ini dapat pemimpin yang akhlakul karimah," bebernya.

Disinggung langkah hukum berikutnya, Ibrahim mengaku akan mengamati proses pemeriksaan saat ini.

AYO BACA : Diancam Akan Dipenggal, Jokowi Tanggapi dengan Santai

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar