Yamaha Mio S

Diancam Dipenggal, Jokowi: Kita Serahkan ke Aparat Kepolisian

  Senin, 13 Mei 2019   M. Naufal Hafiz
Presiden Joko Widodo. (Afri Rismoko/Ayo Media Network)

MALANG, AYOBANDUNG.COM—Presiden Joko Widodo menyatakan, dirinya menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat kepolisian, terkait adanya ancaman dari seorang pria berinisial HS yang sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu.

Proses hukum kita serahkan kepada aparat kepolisian, kata Jokowi, usai meresmikan Tol Pandaan-Malang, di Gerbang Tol Singosari, Kabupaten Malang, Jatim, Senin (13/5/2019).

AYO BACA : Diancam Akan Dipenggal, Jokowi Tanggapi dengan Santai

Sebelumnya, dalam video viral di media sosial tersebut, pria kelahiran 8 Maret 1994 itu diduga melakukan ujaran bernada ancaman pembunuhan pada simbol negara yakni Presiden saat berada di tengah aksi demonstrasi di depan kantor Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, pada Jumat (10/5/2019) sekitar pukul 14.40 WIB.

Jokowi menambahkan, dirinya mengharap kepada siapapun untuk bisa bersabar, terutama saat menjalankan puasa.

AYO BACA : Polisi Cari Perempuan Perekam Video ‘Penggal Kepala Jokowi’

Terkait ancaman. Ini kan bulan puasa, kita semua puasa, yang sabar, ujar Jokowi.

Polisi telah menetapkan HS, pria yang diduga mengancam akan memenggal kepala Presiden Joko Widodo, sebagai tersangka. HS diringkus di Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu pagi.

HS ditangkap sekira pukul 08.00 WIB oleh tim dari Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Saat ini HS masih menjalani pemeriksaan awal.

HS dijerat dengan tindak pidana kejahatan terhadap keamanan negara dan tindak pidana di bidang ITE dengan modus Pengancaman Pembunuhan terhadap Presiden RI yang sedang viral di media sosial saat sekarang ini sebagaimana dimaksud dalam pasal 104 KUHP dan Pasal 27 ayat 4 junto pasal 45 ayat 1 UU RI no 19 tahun 2016 perubahan atas UU RI no 11 tahun 2008 tentang ITE.

AYO BACA : Berikut Data Hasil Rekapitulasi Nasional Sementara, Jokowi Unggul di 6 Provinsi

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar