Yamaha Mio S

Pemprov Bahas Kenaikan Uang Saku DPRD Jabar

  Senin, 13 Mei 2019   Fira Nursyabani
Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Iwa Karniwa (Irfan Al Faritsi/ayobandung.com)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM -- Usulan kenaikan uang saku untuk Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat (Jabar) tengah dibahas oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar. Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jabar, Iwa Karniwa.

"DPRD Jawa Barat beberapa waktu lalu sudah mengajukan usulan tersebut dan secara resmi kemudian ditindaklanjuti oleh Pemprov Jawa Barat dengan rapat bersama dinas terkait," kata Iwa Karniwa, di Bandung, Senin (13/5/2019).

AYO BACA : Gaji dan Tunjangan ASN Jabar Bulan Juni Diupayakan Cair Akhir Mei

Menurut Iwa, apabila melihat dari sisi regulasi dan beberapa contoh dari provinsi lainnya seperti Bangka Belitung dan Riau, pengajuan kenaikan uang saku DPRD tersebut posisinya masih kategori relatif wajar karena masih di bawah beberapa provinsi.

Iwa mengatakan berdasarkan hasil rapat, pemprov memutuskan agar tidak ada persoalan administratif pihaknya akan mengajukan usulan tersebut ke Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk mendapatkan persetujuan.

AYO BACA : Sekda Jabar Iwa Karniwa: Panitia PPDB 2019 Wajib Teken Pakta Integritas

"Jika nanti dari Kemendagri ada balasan, langsung kami respons dan itu juga bukan hanya masalah DPRD tapi bagaimana penyesuaian ASN lain karena ini terintegrasi supaya tidak ada diskriminasi. Angkanya masih dalam kategori wajar," ujarnya.

Iwa mengatakan pihaknya tidak hapal persis angka dan persentase kenaikannya karena belum ada petunjuk dari Kemendagri. Akan tetapi, kata Iwa, kenaikan ini terkait penyesuaian sejumlah komponen perjalanan dinas.

"Untuk angka pastinya enggak hafal karena itemnya banyak. Seperti naik pesawat jarak jauh, dekat, itu ada hitungannya," katanya.

Sebagai contohnya, lanjut Iwa, perjalanan dinas menginap di hotel itu memakai sistem add cost yakni biaya tambahan yang diganti sesuai yang dibayar. "Hal itu enggak ada masalah, tapi yang dibahas itu usulan terkait uang saku. Sekali lagi ini baru usulan," kata Iwa.

AYO BACA : Hari Pertama Ramadan, Kehadiran ASN Jabar Hampir 100%

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar