Yamaha Aerox

Suap KONI: Saksi Akui Beri Rp400 Juta ke Asisten Pribadi Imam Nahrawi

  Senin, 13 Mei 2019   Fira Nursyabani
Jaksa Penuntut Umum menyerahkan surat tuntutan kepada Sekjen Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Ending Fuad Hamidy dan Bendahara KONI Johnny E Awuy saat menjalani sidang dengan agenda pembacaan tuntutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (9/5/2019). (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Bendahara Pengeluaran Pembantu Peningkatan Prestasi Olahraga Nasional Kemenpora periode 2017-2018, Supriyono, mengaku memberikan Rp400 juta kepada Miftahul Ulum selaku asisten pribadi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi.

"Pada akhir 2017 saya pernah diperintahkan Pak Deputi Mulyana dan PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) Pak Chandra untuk memberikan bantuan anggaran operasional bagi Pak Ulum. Saya diminta Rp1 miliar tapi saya cuma ada Rp400 juta," kata Supriyono dalam sidang di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (13/5/2019).

Supriyono bersaksi untuk Deputi IV bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Mulyana. Mulyana didakwa menerima suap berupa satu unit mobil Fortuner senilai Rp480 juta, uang Rp400 juta, dan satu unit ponsel Samsung Galaxy Note 9 sejumlah total sekira Rp900 juta dari Sekretaris Jenderal (Sekjen) Komite Olahraga Nasional Indoensia (KONI) Ending Fuad Hamidy dan Bendahara Umum (Bendum) KONI Johny E Awuy.

"Menurut Pak Mulyana, saya dan Pak Chandra disuruh bantu operasional Ulum, dia (Ulum) minta Pak Mul (Mulyana) kasih Rp400 juta-Rp500 juta, tapi Pak Chandra mengatakan Rp1 miliar saja, tapi saat itu saya hanya ada Rp400 juta dan selang beberapa hari saya sampaikan ke Pak Ulum saya kasih uangnya itu," ungkap Supriyono.

AYO BACA : 2 Pegawai Kemenpora Didakwa Terima Suap Rp215 Juta dari Sekjen KONI

Permintaan dan pemberian uang itu menurut Supriyono dilakukan pada 2018. "Setahu saya Pak Mulyana pernah bilang menagih kekurangan tapi saya sudah tidak punya uang," tambah Supriyono.

Supriyono memberikan uang itu pada malam hari di Kemenpora kepada Ulum. "Di masjid Kemenpora sekitar pukul 22.00 WIB saya serahkan uangnya ke Pak Ulum saat kantor sudah tutup," ungkap Supriyono.

Uang Rp400 juta itu juga bukan berasal dari Kemenpora melainkan dari kas KONI. "Uangnya juga pinjaman dari KONI. Setelah memberikan uang, saya lapor ke Pak Mul," tambah Supriyono.

Supriyono yang sudah keluar dari Kemenpora tersebut pun mengaku pernah bertemu dengan Ulum di ruangan Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy di lantai 12 KONI. "Saya pernah bertemu dengan Pak Ulum di ruangan Pak Hamidy pada 2018, ada Pak Johny (E Awuy) juga tapi saat saya datang pembicaraan Pak Ulum sudah selesai," ungkap Supriyono.

AYO BACA : Jaksa KPK: Menpora Imam Nahrawi Lakukan Pemufakatan Jahat Diam-diam

Supriyono mengaku tidak tahu apakah Menpora Imam Nahrawi tahu mengenai penerimaan uang tersebut. "Menteri saya tidak tahu karena saya hanya komunikasi paling tinggi dengan Pak Deputi," kata Supriyono.

Sebelumnya dalam surat tuntutan Ending dan Johny, JPU KPK mengatakan bahwa Ending dan Johny secara bertahap menyerahkan sejumlah uang yang seluruhnya berjumlah Rp11,5 miliar kepada Ulum selaku asisten pribadi Menpora ataupun melalui Arief Susanto selaku orang suruhan Ulum.

Tahapan pemberian itu adalah pertama, pada Maret 2018 Ending menyerahkan Rp2 miliar kepada Ulum di gedung KONI Pusat lantai 12. Kedua, pada Februari 2018 Ending menyerahkan Rp500 juta kepada Ulum di ruang kerja Ending di lantai 12 KONI Pusat.

Ketiga, Juni 2018 Johny E Awuy menyerahkan uang sejumlah Rp3 miliar kepada suruhan Ulum yaitu Arief Susanto selaku staf protokoler Kemenpora RI di lantai 12 gedung KONI Pusat. Keempat pada Mei 2018, Ending menyerahkan uang sebesar Rp3 miliar kepada Ulum di ruang Ending di lantai 12 gedung KONI Pusat.

Kelima, sebelum lebaran 2018, Ending memberikan uang sejumlah Rp3 miliar dalam bentuk mata uang asing kepada Ulum di lapangan tenis Kemenpora dan uang itu ditukarkan Johny atas perintah Ending sekitar beberapa hari sebelum lebaran.

AYO BACA : Kemenpora Bantah Imam Nahrawi Mundur

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar