Yamaha NMax

2.000 Kubik Sampah Bambu Menggunung di Sungai Cikeas

  Minggu, 12 Mei 2019   Ananda Muhammad Firdaus
Sampah bambu di Bendung Koja Sungai Cikeas, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi (dok. KP2C)

BEKASI, AYOBANDUNG.COM -- Komunitas Peduli Sungai Cileungsi-Cikeas kembali menemukan gunungan sampah bambu ditaksir mencapai 2.000 kubik di aliran Sungai Cikeas. Sampah bambu tersebut ditemukan pada Jumat (10/5/2019) dan disebut lebih besar ketimbang volume sampah bambu yang ditemui sebelumnya dengan komposisi jenis bambu di atas 90%.

Ketua KP2C Puarman Kahan mengungkapkan, gunungan potongan-potongan sampah bambu itu akibatnya menyumbat aliran sungai yang melalui Bendung Koja di Kelurahan Jatiasih, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi.

Seperti kejadian sebelumnya, sumbatan air di Bendung Koja menyebabkan banjir di Bumi Perkemahan Jatisari, Puri Nusaphala, Perum Mandosi Permai, TPU Jatisari di Kecamatan Jatiasih Kota Bekasi, termasuk sejumlah titik di Kabupaten Bogor. 

Masalah itu ia anggap sudah krusial. Dia meminta agar pemerintah turun tangan sehingga potensi banjir tidak kembali menghantui perumahan di sepanjang bantaran Sungai Cikeas. 

"Pemerintah daerah terkait diharapkan segera bertindak, menyusul adanya kejadian banjir bandang di kawasan Cibubur dan sekitarnya akibat meluapnya sungai Cikeas belum lama ini," pinta Puarman, Minggu (12/5/2019).

Dia mengaku, KP2C sudah mengkomunikasikan kondisi itu kepada pihak-pihak terkait. Antara lain mereka itu Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWS CilCis), Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Kepala Perum Jasa Tirta 2 unit Bekasi, Camat Jatiasih, dan Lurah Jatiasih.  

Menurut Puarman, sampah bambu yang berulang ditemukan berujung pangkal pada hulu dan hilir sungai Cikeas. Di hulu ada ratusan rumpun bambu bermasalah. Ada yang hampir rubuh, sudah rubuh dan menutup aliran sungai, dan juga bekas tebangan. 

AYO BACA : Pengancam Penggal Kepala Presiden, Ditangkap di Bogor

Berdasarkan datanya, sumber sampah sebanyak 50% berasal dari Kabupaten  Bogor. Selebihnya berbagi imbang antara Kota Depok dan Kota Bekasi. Untuk sampah bambu di hulu, menurut Puarman,  perlu peran BBWS CilCis. 

Sementara permasalahan di hilir tentang penumpukan yang masih ada dikordinasikan dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota setempat untuk penanganannya.

"Ini merupakan kejadian ke-12 kali sejak Oktober 2018. Jika hulunya tidak diselesaikan, masalah di hilir selalu akan terjadi," ujar Puarman. 

Ia mengungkapkan, beberapa waktu kebelakang, pihaknya bersama instansi terkait melakukan susur sungai. Hasilnya ada lebih dari 100 titik sumber sampah bambu, tersebar di Kabupaten Bogor, Kota Bekasi dan sebagian Kota Depok. 

Melihat solusi belum terurai dengan baik, meski tiap kepala daerah di tiga wilayah tersebut telah dimintai pertolongan, maka sekarang pihaknya mengusulkan agar pemerintah membentuk forum dialog Sungai Cikeas.

"Anggotanya terdiri dari perwakilan pemerintah pusat, instansi dan komunitas sungai di tiga wilayah, yakni Kabupaten Bogor, Kota Bekasi dan Kota Depok," sebutnya. 

Ia mengaku khawatir bila kondisi tersebut tetap dibiarkan. Apalagi pakar hidrologi dari UGM juga berkali menyinggung bahwa masalah sampah bambu menjadi penyebab banjir-banjir di permukiman sepanjang Cikeas.

"KP2C siap mengkondisikan terbentuknya forum tersebut. Karena kami melihat penanganan permasalahan ini krusial dan perlu secepatnya ditemukan solusinya," ujar Puarman. 

AYO BACA : Prabowo Menang Telak di Kota Bekasi

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar