Yamaha Aerox

Ngabuburit di Keraton Kasepuhan Cirebon, Berasa Zaman Dulu

  Minggu, 12 Mei 2019   Erika Lia
Bangunan utama Keraton Kasepuhan Cirebon yang biasa digunakan sebagai latar foto. Keraton ini bisa menjadi salah satu destinasi ngabuburit selama Ramadan. (Erika Lia/ayobandung)

CIREBON, AYOCIREBON.COM -- Akhir pekan ini, apa rencana ngabuburit kalian? Di rumah bersama keluarga atau keluar bersama kawan-kawan?

Hmmm, mau coba sesuatu berbeda? Bagaimana kalau ngabuburit di Keraton Kasepuhan Cirebon?

Di sana, kalian bisa jalan-jalan mengamati bangunan kuno khas Kesultanan Cirebon atau sekedar menikmati keasrian alam di sekitar keraton. Ada danau yang dipenuhi tanaman eceng gondok dan pepohonan peneduh lho!

Kalian tahu, bangunan-bangunan yang ada di komplek Keraton Kasepuhan disebut dengan istilah Baluwarti. Sejumlah baluwarti yang bisa kalian amati saat di keraton di antaranya rumah yang pernah ditinggali Sunan Gunung Jati, rumah Pangeran Cakrabuana atau Mbah Kuwu Cirebon sebagai pendiri tanah Cirebon, dan bangunan utama keraton itu sendiri.

Kalian bisa berswafoto di sekitar baluwarti berusia ratusan tahun itu lho. Tenang, Sultan Keraton Kasepuhan Cirebon sudah mengizinkan kok.

"Ngabuburit di Keraton Kasepuhan Cirebon bisa dengan menikmati baluwarti dan bisa foto selfie," kata Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat.

Tak hanya berswafoto dan mengamati baluwarti di komplek keraton, kalian juga melihat-lihat benda pusaka di Museum Pusaka Keraton Kasepuhan Cirebon.

Selain baluwarti, ada pula sumur berusia sekitar 600 tahun yang biasa digunakan Sunan Gunung Jati dan Pangeran Cakrabuana. Air dalam sumur ini bisa digunakan untuk mandi dan berwudu.

"Di komplek keraton ada sumur kejayaan, sumur agung, dan sumur upas yang beracun," cetus Arief.

Kalian juga bisa berantai di Taman Kanyapuri, termasuk melihat pohon soka raksasa. Bagi yang ingin menandai kunjungan ke Keraton Kasepuhan Cirebon, kalian bisa membeli beberapa suvenir khas, seperti kaos, gantungan kunci, batik, dan lainnya.

"Yang istimewa, di sini juga pengunjung yang ngabuburit bisa sekalian buka puasa. Cuma Rp55.000 sudah dapat takjil serta berbagai jenis makanan dan minuman khas keraton," tambahnya.

Tak hanya ngabuburit dan buka puasa, umat muslim yang ingin tadarusan pun bisa mengaji Al Quran di Langgar Alit, komplek Keraton Kasepuhan Cirebon. Langgar ini terbilang sejuk karena lantainya terbuat dari marmer berusia sekitar 300 tahun.

Untuk masuk ke Keraton Kasepuhan Cirebon, kalian cukup merogoh kocek Rp10.000/orang. Tiket masuk ke Museum Pusaka Rp25.000/orang, sedangkan tiket masuk ke Dalem Agung Rp10.000/orang.

Tertarik? Tunggu apa lagi? Ayo ngabuburit ke keraton!
 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar