Yamaha Lexi

Mahata Aero Teknologi Jajaki Kerja Sama dengan Garuda

  Kamis, 09 Mei 2019   Faqih Rohman Syafei
Direktur Mahata Aero Teknologi, Thomas Widodo. (Faqih Rohman Syafei/Ayobandung.com)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM-- Mahata Aero Teknologi menjajaki kerja sama dengan Garuda Indonesia. Lewat kerja sama tersebut, Mahata menandatangani utang sebesar USD239 juta.

Direktur Mahata Aero Teknologi, Thomas Widodo mengatakan kerja sama tersebut mencatatkan utang kepada Garuda Indonesia dalam 15 tahun ke depan. Menurutnya, model bisnis ini akan menghasilkan pendapatan sekitar USD1,5 miliar.

"Perhitungan konservatif, kami sebetulnya cukup pede dengan angka yang di laporan Keuangan Garuda tahun 2018, melalui konsep yang telah kami perhitungkan, tentu saja. Secara pembukuan accounting juga sudah diperkenankan," ujarnya dalam keterangan rilis yang diterima, Kamis (9/5/2019).

AYO BACA : Garuda Indonesia dan Pemkot Bandung Jajaki Kerja Sama, Intip Hasilnya

Menurutnya, berdasarkan perhitungan ada beberapa mother vessel yang akan membantu Mahata. Salah satunya berasal dari Uni Emirat Arab dengan mengucurkan dana sebesar USD21 juta pada tahun pertama. Dana iru akan dialokasikan untuk pengadaan infrastruktur digital di 10 pesawat Citilink.

"Karena di belakang kami ada beberapa investor besar, tapi kami tidak bisa menyebutkannya. Kami pun percaya ini bisa, walaupun kendalanya banyak," katanya.

Dia menjelaskan selama ini Garuda Indonesia harus membayar mahal untuk memberikan pelayanan dengan interkonektivitas dan entertainment system dalam penerbangan. Kerja sama ini akan memberikan pendapatan baru bagi Garuda Indonesia.

AYO BACA : Mulai Hari Ini Garuda Indonesia Group Turunkan Harga Tiket Sebesar 20%

"Kami melihat satu peluang, dan ini sesuatu yang belum digarap. Inilah kenapa ide itu muncul, ini mengubah tatanan lazimnya yang terjadi. Bahkan beberapa perusahaan di luar negeri kagum dengan konsep ini, mereka ingin bergabung dengan Mahata," ucap Thomas.

Thomas mengungkapkan terdapat tiga poin penting dalam kerja sama ini. Pertama, Mahata mengambil alih cost dari Garuda Indonesia. Kedua, Garuda Indonesia mendapat pendapatan tambahan dari pembayaran Mahata, dan ketiga, konsep penerbangan ber-wifi yang sudah semakin umum, akan meningkatkan load factor penerbangan Garuda.

"Kami membantu Garuda Indonesia secara finansial dan promosi dari segala sisi. Kami juga kerja sama dengan perusahaan penyedia konektivitas internet berbasis satelit, Inmarsat. Pemasangan infrastruktur dan pengoperasian integrated digital system di pesawat dengan Lufthansa Technology dan Lufthansa System," terangnya.

Uji coba ini, kata dia, telah berhasil dilakukan dengan pemasangan sistem di pesawat Citilink pada Desember 2018, dan pada penerbangan joy flight pada 16 Januari 2019. Di tahun pertamanya, ditargetkan 10 pesawat Citilink akan dilakukan pemasangan sistem.

"Untuk seluruh pesawat Garuda, Citilink, dan Sriwijaya, secara teknis akan rampung pada tahun 2020. Disesuaikan dengan (technical) service bulletins yang dikeluarkan oleh pabrikan pesawat, ini agar tidak mengganggu jadwal penerbangan pesawat milik Garuda Group," katanya.

Ditambahkannya, kerja sama Mahata dan Garuda diharapkan akan menjadikan Garuda Indonesia memiliki daya tawar yang lebih kuat dibandingkan dengan maskapai lain.

AYO BACA : HUT BUMN, Garuda Indonesia Beri Diskon Tiket Penerbangan Domestik

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar