Yamaha Mio S

Saksi Tidak Hadir, Sidang Lanjutan Joko Driyono Ditunda 2 Pekan

  Kamis, 09 Mei 2019   M. Naufal Hafizh
Mantan Pelaksana Tugas Ketua Umum PSSI Joko Driyono. (Istimewa)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM—Sidang lanjutan Mantan Pelaksana Tugas Ketua Umum PSSI Joko Driyono untuk kasus perusakan barang bukti ditunda hingga dua pekan ke depan.

Sidang yang harusnya berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Kamis (9/5/2019) ini ditunda akibat saksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) berhalangan hadir.

Saksi tersebut adalah anggota Polda Metro Jaya yang berhalangan hadir karena ada tugas lainnya.

AYO BACA : Disinggung Keterlibatan Kasus Pengaturan Skor, Ini Jawaban Menggantung Manajemen Persib

Majelis Hakim memutuskan untuk menunda sidang hingga dua minggu ke depan. Sidang berikutnya masih mengagendakan pemeriksaan saksi dari JPU.

"Itu kan keputusan majelis hakim untuk menunda, kita sih inginnya segera selesai cuman apa boleh buat," kata Abdian Malaka salah satu tim kuasa hukum terdakwa saat diwawancara awak media.

Dalam sidang ini, terdakwa menambahkan 4 orang ke dalam Tim Kuasa Hukum. "Iya, ada bantuan dari tim di Surabaya," kata Abdian.

AYO BACA : Pengaturan Skor dan Sponsor, Apa Korelasinya?

Dia mengatakan, penambahan orang ke dalam tim kuasa hukum agar semakin banyak orang yang membantu terdakwa dalam persidangan ini.

Jokdri menjadi tersangka dalam kasus perusakan barang bukti terkait dengan dugaan kasus pengaturan skor.

Jokdri diduga merupakan aktor intelektual yang memerintahkan Muhammad MM alias Dani, Mus Muliadi alias Mus, dan Abdul Gofar untuk melakukan perusakan barang bukti di Kantor Komisi Disiplin PSSI yang sempat digeledah Satgas Antimafia Sepak Bola beberapa waktu lalu.

Dia memerintahkan ketiganya masuk ke ruangan yang telah diberi garis polisi dan melakukan perusakan barang bukti serta mengambil laptop yang diduga penyidik terkait kasus dugaan pengaturan skor.

Oleh karena itu, Jokdri ditetapkan sebagai tersangka karena melanggar pasal 363 ke-3e dan 4e KUHP atau pasal 235 KUHP atau pasal 233 KUHP atau pasal 232 KUHP atau pasal 221 KUHP juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

AYO BACA : Kongkalikong Mafia Pengatur Skor Sepak Bola di Indonesia

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar