Yamaha NMax

Istri Ernest Prakasa Bagi Pengalaman di Seminar Nasional ‘Stop Body Shaming’

  Kamis, 09 Mei 2019   M. Naufal Hafiz
Istri dari komika dan Sutradara Ernest Prakasa Meira Anastasia (tengah) menjadi salah satu pembicara utama dalam Seminar Nasional bertajuk "Stop Body Shaming". Seminar digelar oleh Fakultas Psikologi Universitas Kristen Maranatha di Gedung Administrasi Pusat Universitas Kristen Maranatha, Jalan Surya Sumantari, Bandung Rabu (8/4/2019). (Alya Dinda/Ayobandung.com)

SUKAJADI, AYOBANDUNG.COM—Istri dari komika dan Sutradara Ernest Prakasa Meira Anastasia menjadi salah satu pembicara utama dalam Seminar Nasional bertajuk Stop Body Shaming. Seminar digelar oleh Fakultas Psikologi Universitas Kristen Maranatha di Gedung Administrasi Pusat Universitas Kristen Maranatha, Jalan Surya Sumantari, Bandung Rabu (8/4/2019).

Seminar ini diadakan karena maraknya perilaku body shaming di platform media digital.

Dalam seminar ini, Meira Anastasia berbagi pengalaman pribadinya sebagai korban body shaming. Meira mengenang masa lalunya ketika ia dan Ernest masih tinggal di Bali. Saat itu Meira belum menjadi penulis skenario karena masih sibuk mengurus anak. Masalahnya berawal ketika suaminya memulai karier di dunia akting dan mulai dikenal publik sejak bermain film. Ketika Ernest memuat foto berdua dengan sang istri di media sosial, muncul komentar dari warganet yang menyakitkan hati Meira. 

Komentarnya adalah, ‘Ternyata orang cakep belum tentu istrinya cantik’, ujar Meira yang sontak mengundang berbagai reaksi para hadirin seminar. 

Meira sangat kecewa karena ada orang yang dengan mudahnya berkomentar seperti itu. Ada perasaan sedih dan terluka yang dirasakan Meira akibat komentar tersebut.

AYO BACA : Pandangan Remaja di Bawah Usia 20 Tahunan tentang Seks Bebas

Komentar negatif warganet itu pun sangat memengaruhi Meira hingga ia melakukan penilaian negatif terhadap dirinya sendiri. Meira merasa dipojokkan hanya karena tidak memiliki penampilan seperti istri selebritas pada umumnya. 

Ini adalah salah satu komentar yang sampai sekarang terngiang-ngiang. Padahal sebenarnya mungkin orang yang menulis itu sudah lupa pernah menulis komentar seperti itu di Instagram. tambahnya.

Puncak masalahnya ketika Meira baru melahirkan anak kedua dan merasa tubuhnya melebar dari sebelumnya. Meira pun merasa tertekan karena penampilannya menjadi kurang terawat, apalagi karier Ernest semakin menanjak sehingga dirinya pun semakin disorot publik.

Takut semakin banyak mendapat komentar negatif yang ditujukan kepadanya, Meira menjadi tertekan hingga mengalami depresi postpartum.

Dari pengalamannya tersebut, Meira mengakui bahwa perilaku body shaming memberikan dampak yang sangat dalam terhadap korban. 

AYO BACA : Begini Cara Edukasi Seksual pada Anak

Persepsi kita terhadap tubuh kita itu kan juga dibentuk oleh lingkungan. Standar kecantikan di Indonesia itu masih rambut panjang, kulit putih, tubuh kurus, dan tinggi semampai. Kalau kita masih terlalu percaya sama komentar negatif dari orang-orang, kita akan membenarkan dan menilai diri kita sendiri buruk, katanya.

Berkat rujukan temannya, Meira menemui psikolog untuk menangani depresinya. Sejak itulah Meira merasa jauh lebih baik dan melihat kehidupan dengan cara pandang berbeda. Meira menjadi lebih percaya diri dengan dirinya sendirinya. 

Dengan cara yang berbeda, aku sudah bisa melihat diriku lagi. Bukan hanya penampilan, bukan hanya bentuk yang ada di cermin, tapi siapa aku sebenarnya. Aku punya suami yang baik, anak-anak yang sehat dan pintar. Aku berkarya dan aku bisa menghasilkan sesuatu. Jadi, udah punya persepsi lagi, ujarnya.

Meira mengakui bahwa butuh waktu bertahun-tahun untuk menerima dirinya. Selain pertolongan dari psikolog, menulis buku juga sangat banyak membantunya untuk pulih dari depresi akibat perilaku body shaming.

Dalam bukunya, Meira menorehkan seluruh pengalamannya sebagai korban body shaming.

Di bukunya pun aku menyebut sebagai a journey to a self acceptance, karena semuanya berproses. Memang membutuhkan waktu yang lama, pungkasnya. (Alya Dinda)

AYO BACA : Begini Dampak Negatif Adanya Media Sosial

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar