Yamaha NMax

Warna Kulit Bunglon Menggambarkan Suasana Hatinya?

  Rabu, 08 Mei 2019   M. Naufal Hafiz
Ilustrasi: Bunglon sangat cepat mengubah warna saat merespons keadaan suhu, lingkungan, dan suasana hati. (Marcel Langthim/Pixabay)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM—Bunglon identik dengan kamuflase. Namun ternyata, berubahnya warna bunglon menggambarkan emosinya. Ketika cahaya mengenai kulit bunglon, sel-sel yang berada di dalam tubuhnya memperlihatkan warna-warna berbeda, tergantung suasana hatinya.

Bunglon sangat cepat mengubah warna saat merespons keadaan suhu, lingkungan, dan suasana hati. Para ilmuwan pernah mengidentifikasi faktor utama dalam kemampuannya tersebut. "Mereka dapat mengatur jarak antara nanoscale crystal di dalam kulit mereka yang memantulkan cahaya dan membentuk sebuah spectrum warna."

Susunan kulit yang dibentuk oleh beberapa lapis sel

Sel yang terbentuk di kulit berperan penting dalam mengubah warna kulit bunglon. Pembesaran sel kulit bunglon ini terjadi dalam ukuran 150 mikron, atau setara dengan ukuran dua kali diameter rambut manusia.

AYO BACA : Kentut Unta Pengaruhi Pemanasan Global?

Di dalam dermisnya, sel-sel tersebut tersusun dari:

  1. Xanthophores, sel ini mengandung pigmen kuning;
  2. Erythrophore, sel berwarna merah yang biasanya tertuang dalam pola garis pada tubuh bunglon;
  3. Melanophore, melanin yang berada di dalam sel ini bergerak ke atas ketika bunglon sedang bersikap tunduk, dan bergerak ke bawah ketika hewan ini sedang merasa bergairah;
  4. Iridophores, sel-sel ini mengandung nanocrystals;
  5. Nanocrystals transparan, terbuat dari DNA dan membentuk block guanine. Dengan lattice, ketebalan, jarak, dan pembiasan, warna pada kulit bunglon pun terwujud.

Cara warna kulit bunglon berubah

Seekor bunglon mengubah warna kulitnya menjadi lebih gelap ketika mengalami hal yang kurang menyenangkan, seperti kalah dalam pertarungan. Dengan melepaskan melanin, pigmen berwana gelap akan muncul ke bagian kulit paling luar.

Ketika hewan ini sedang beristirahat, biasanya mereka akan tetap dalam warna hijau atau cokelat. Tujuannya untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

AYO BACA : Kemenkes Imbau Jemaah Haji Tidak Selfie dengan Unta

Warna yang berubah dan tidak beraturan dapat menjadi penanda dari serangan yang datang secara tiba-tiba atau adanya keinginan untuk bercinta.

Para ilmuwan sebenarnya sudah memikirkan sejak lama bahwa bunglon mengubah warna kulitnya saat sel pigmen kulitnya menyebar melalui sel vienlike.

Namun Michel Milinkovitch, seorang ahli evolusi genetika dan biofisika, berbeda pendapat. Milinkovitch dan koleganya dari University of Geneva pun memulai penelitiannya dengan menyatukan pengujian fisik dan biologis. Di bawah lapisan sel pigmen kulit, mereka menemukan bahwa lapisan lain kulit mengandung Kristal nanoscale yang tersusun di dalam lapisan lattice segitiga.

Dengan memperlihatkan contoh dari tekanan dan bahan kimia di dalam kulit bunglon, para peneliti menemukan bahwa Kristal ini dapat diatur untuk mengubah jarak antara mereka. Hal inilah yang pada akhirnya dapat menyebabkan perubahan warna.

Ketika jarak antarkristal meningkat, warna yang terpancar akan berubah dari biru menjadi hijau, kemudian menjadi kuning menuju jingga, dan menjadi merah.

AYO BACA : Hewan Ini Miliki 4 Penis dan 414 Kaki

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar