Yamaha Mio S

Hari Ini Presiden Jokowi Keliling Kalteng Pastikan Lokasi Ibu Kota Baru

  Rabu, 08 Mei 2019   Andres Fatubun
Presiden Joko Widodo. (Setkab)

PALANGKARAYA, AYOBANDUNG.COM -- Presiden Joko Widodo atau Jokowi menunjukkan keseriusannya memindahkan ibu kota RI ke luar Pulau Jawa. Jokowi akan meninjau empat lokasi di Kalimantan Tengah (Kalteng) sebagai calon ibu kota, Rabu (8/5/2019).

Jokowi mengatakan, peninjauan di empat titik akan dilakukan melalui jalur darat dan udara bersama Gubernur Kalteng Sugianto Sabnar. Daerah yang akan ditinjau Jokowi antara lain, Kabupaten Gunung Mas, Kabupaten Katingan, dan Kota Palangkaraya.

"Kalau masih ada waktu (akan tinjau) Pulang Pisau," kata Jokowi di Masjid Darul Arqam Kota Palangkaraya Kalimantan Timur, Selasa 7 Mei 2019.

AYO BACA : Presiden Jokowi Tinjau 2 Lokasi Calon Ibu Kota

Dalam peninjauan calon ibu kota ini, Jokowi menjelaskan ada beberapa aspek yang harus diperhatikan mulai dari sosiologi, masalah lingkungan, kebencanaan, sosial politik, ketersediaan air, kondisi tanah gambut, serta masalah konstruksi. Nantinya, hasil peninjauan ini akan diserahakan ke tim untuk dikaji lagi secara mendalam.

Jokowi juga mengakui peninjauan langsung ke lapangan sengaja dilakukannya agar tak salah dalam memutuskan ibu kota baru.

"Semuanya akan dicek dilihat, dikalkulasi oleh tim. Saya hanya melihat lapangannya. Kemudian biar ada feeling begitu, nanti dalam memutuskan biar tidak salah," jelasnya.

AYO BACA : Presiden Tinjau Bukit Soeharto, Calon Ibu Kota Baru

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyebut bahwa Kalteng memiliki potensi untuk dijadikan pusat pemerintahan yang baru. Terlebih, Presiden Pertama RI Soekarno dahulu juga ingin ibu kota dipindahkan ke Palangkaraya.

"Loh, Kalteng ini kan visi kita memindahkan ibu kota kan sudah sejak zaman bung Karno Presiden pertama RI. Dan beliau dulu memiliki keinginan untuk di Palangkaraya. Tapi dulu loh ya. Sekarang dilihat lagi," ucap Jokowi.

Menurut dia, pemerintah daerah telah menyiapkan lahan 300 hektare untuk ibu kota baru. Bahkan, Jokowi menuturkan pemerintah daerah bersedia menambahkan 60 ribu hektare lagi jika dipilih menjadi pusat pemerintahan.

"Di sini sudah ditunjukkan oleh Pak Gubernur, 'Oh di sini ada 300 ribu hektare, kalau Bapak kurang ditambah di sini masih (ada lahan) 60 ribu hektare. Di sini memang lahannya sangat luas sekali. Besok dilihat jadi saya bisa sampaikan," tutur Jokowi.

AYO BACA : Presiden Jokowi Tegaskan Serius Pindahkan Ibu Kota Sebelum Berbuka Puasa

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar