Yamaha Mio S

Akhir Tahun 2019, Samarinda-Balikpapan Terhubung Tol

  Selasa, 07 Mei 2019   Andres Fatubun
Proyek Jalan Tol Balikpapan-Samarinda akan beroperasi 2019. (Foto: Jasa Marga)

KUTAI, AYOBANDUNG.COM -- Presiden Joko Widodo mengungkapkan pengerjaan jalan Tol Samarinda-Balikpapan hingga saat ini sudah mencapai 86 persen atau tersisa 14 persen sehingga diharapkan dapat mulai beroperasi akhir 2019.

"Insya Allah akhir tahun ini selesai, tinggal 14 persen," kata Presiden Jokowi usai meninjau Kawasan Bukit Soeharto di Kecamatan Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Selasa (7/5/2019).

Kepala Negara menyebutkan pembangunan jalan tol itu sempat terkendala pembebasan lahan sehingga penyelesaiannya mundur.

AYO BACA : Polling: 4 Lokasi Calon Pengganti Ibu Kota Jakarta, Apa Pilihan Kamu?

"Kemarin kalau tidak ada masalah pembebasan lahan sebenarnya sudah bisa diselesaikan, biasa ada masalah di lapangan," kata mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Ia menyebutkan sebagian jalan tol itu sebenarnya bisa digunakan untuj mudik Lebaran 2019.

"Sebagian sudah bisa, kalaupun tidak bisa, bisa untuk mudik lebaran tahun depan," katanya.

AYO BACA : Presiden Jokowi Tinjau 2 Lokasi Calon Ibu Kota

Presiden menilai adanya Tol Samarinda-Balikpapan menjadi sarana infrastruktur pendukung yang dipertimbangkan sebagai lokasi pemindahan ibukota negara.

Namun menurut dia, perlu kajian mendalam sebelum memutuskan lokasi baru Ibukota Negara RI.

Jalan Tol Balikpapan -Samarinda merupakan jalan tol yang akan menghubungkan Kota Balikpapan dengan Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur.

Pada tanggal 12 Januari 2011, proyek pembangunan jalan tol Balikpapan-Samarinda sepanjang 99,02 km dimulai. Proyek tersebut diresmikan Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak.

Peresmian ditandai pemancangan batu pertama di kawasan Manggar, Balikpapan. Proyek Jalan Tol ini dibagi dalam beberapa tahap. Tahap I dilaksanakan dengan dana APBD Provinsi Kalimantan Timur dengan sistem Tahun Jamak (Multy Years Contract) tahun anggaran 2011-2013.

Sedangkan Tahap II untuk Seksi 01 (STA 0+500-2+100 dan 2+700-22+000) dilaksanakan dengan dana APBD Provinsi Kalimantan Timur tahun anggaran 2015-2018 yang terbagi dalam 5 segmen dan dana APBN pemerintah Pusat tahun anggaran 2015-2017 untuk Jembatan pada STA 2+100 - 2+700.

AYO BACA : Presiden Tinjau Bukit Soeharto, Calon Ibu Kota Baru

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar