Yamaha Lexi

Ini Rincian Proporsi Penerimaan PPDB SMA di Jabar

  Senin, 06 Mei 2019   Nur Khansa Ranawati
Sekretaris I PPDB SMA dan SMK Jabar, Dodin Rusmin. (Nur Khansa Ranawati/Ayobandung.com)

CICENDO, AYOBANDUNG.COM--Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA se-Jawa Barat saat ini tengah memasuki tahap sosialisasi, yang akan berlangsung hingga 16 Juni mendatang. Pendaftaran akan mulai dibuka pada 17 Juni hingga 22 Juni 2019.

Sistem zonasi masih berlaku di PPDB tahun ini, sebagaimana yang dilaksanakan pada tahun kemarin. Namun, terdapat perbedaan mendasar pada proporsi penerimaan dari sistem zonasi tahun ini. Sekretaris I PPDB SMA dan SMK Jabar, Dodin Rusmin mengatakan, perbedaan tersebut terletak pada penyertaan jatah kursi bagi calon siswa yang memiliki nilai Ujian Nasional tinggi, tanpa melihat jarak tempat tinggal.

AYO BACA : PPDB SMA 2019, Zonasi Kembali Berlaku di Jabar

Proporsi ini mengambil jatah 2.5% dari total 90% jatah penerimaan siswa baru untuk warga dalam kota. Adapun 10% sisanya diperuntukkan bagi siswa luar kota, yakni 5% berbasis prestasi, dan 5% untuk siswa pindahan.

"Ini mempertimbangkan dari siswa yang nilainya ujian nasionalnya besar-besar agar punya kesempatan masuk sekolah yang diinginkan," ungkapnya ketika ditemui di kantor Dinas Pendidikan Jawa Barat, Senin (6/5/2019).

AYO BACA : Dampak PPDB, Hanya 34% Lulusan SMP di Jabar yang Bisa Diterima SMA Negeri

Adapun 90% kuota penerimaan siswa dalam kota tersebut meliputi 75% berbasis jarak--termasuk di dalamnya jatah untuk Keluarga Ekonomi Tidak Mampu (KETM), kemudian 5% zonasi kombinasi, dan sisanya untuk siswa berprestasi yang terbagi menjadi prestasi UN (nilai besar) dan prestasi non-UN (prestasi non-akademik sesuai sekolah tujuan).

Adapun zonasi kombinasi adalah jalur bagi siswa yang berminat mengikuti penerimaan lewat gabungan perhitungan jarak dan nilai Ujian Nasional. Proporsinya adalah 70% nilai UN, dan 30% jarak dari rumah ke sekolah tujuan yang akan dikonversi menjadi poin.

Sisanya, penerimaan berbasis jarak atau zonasi murni sama sekali tidak akan memperhitungkan nilai UN. 

"Kalau zonasi murni yang 75% itu perhitungannya sesuai dengan Google Maps, yang paling dekat yang menjadi prioritas. Meskipun nilainya kurang bagus, kalau rumahnya dekat (sekolah yang dituju) ya kemungkinan diterimanya besar," ungkap Sekretaris I PPDB SMA dan SMK Jabar, Edy Purwanto ketika ditemui dalam kesempatan yang sama.

Edy mengatakan, sosialisasi kepada orang tua siswa di seluruh SMP se-Jabar secara serentak akan dilaksanakan mulai besok, Selasa (7/5/2019).

AYO BACA : Ridwan Kamil: PPDB di Jabar Ikut Permendikbud

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar