Yamaha Mio S

Pendaftaran PPDB 2019 di Jabar Dibuka 17-22 Juni

  Senin, 06 Mei 2019   Andres Fatubun
Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2019.

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2019 di Jawa Barat akan dilaksanakan pada bulan Juni 2019. Hal tersebut diungkapkan oleh Sekretaris Panitia PPDB, Dian Peniasiani dalam Uji Publik Pertama Draft Petunjuk Teknis (Juknis) PPDB tahun 2019.

Masa pendaftaran PPDB tahun 2019 dibuka pada tanggal 17-22 Juni 2019.

Dian memaparkan secara kronologis agenda kegiatan selama periode PPDB. Pertama, satuan pendidikan telah melaporkan daya tampung sekolah per 13-17 Juni 2019. Setelah itu dibuka pendafaran PPDB. Kemudian tahap verifikasi serta uji kompetensi dilaksanakan pada 27-29 Juni. Dan pengumuman dilakukan pada 31 Juni 2019.

Selanjutnya siswa harus melakukan daftar ulang pada 1-2 Juli 2019. Setelahnya, peserta didik baru melaksanakan kegiatan Masa Pengenalasan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 16-18 Juli 2019.

AYO BACA : PPDB SMA 2019, Zonasi Kembali Berlaku di Jabar

“Jadwal telah dikaji dan disesuaikan juga dengan libur nasional seperti Hari Raya Idul Fitri dan lainnya, agar selaras,” tutur Dian.

Dalam uji publik pertama tersebut, Dian memaparkan seluruh draft juknis PPDB tahun 2019 kepada seluruh peserta. Selaku panitia, Dian menampung seluruh masukan dan solusi yang diberikan oleh para peserta, guna dilakukan peninjauan.

Uji publik tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Dewi Sartika, Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Atas (Kabid PSMA) yang juga sebagai Ketua Panitia PPDB tahun 2019, Yesa Sarwedi, Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (Kabid PSMK), Dodin Rusmin Nuryadin, serta tamu undangan yang bergerak di bidang pendidikan dan terlibat dalam proses PPDB.

Beberapa di antaranya adalah Dinas Sosial Jabar, Ombudsman Perwakilan Jabar, Asosiasi Pengawas Sekolah Jabar, Asosiasi Ketua Komite Sekolah Menengah Pertama (SMP) Jabar, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Komunitas Peduli Pendidikan, Forum Asosiasi Guru Indonesia (FAGI), dan Dewan IKA UPI Bandung.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar