Yamaha Lexi

Presiden Jokowi Salat Tarawih Pertama di Bogor

  Senin, 06 Mei 2019   Fira Nursyabani
Presiden Joko Widodo (kanan) berbincang dengan Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim selepas salat tarawih pertama di Masjid Jenderal Besar Soedirman Kota Bogor, Minggu (5/5/2019). (@dedierachim/Instagram)

BOGOR, AYOBANDUNG.COM -- Presiden Joko Widodo melaksanakan ibadah salat tarawih pertamanya di bulan Ramadan 1440 H di Masjid Jenderal Besar Soedirman di komplek Museum Peta, Dinas Sejarah Angkatan Darat (Disjarahad), Bogor Tengah, Kota Bogor, Minggu (5/5/2019) Malam.

Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, dalam rilisnya, menyebutkan bahwa Jokowi datang dengan menggunakan baju koko, sarung, serta peci. Ia tiba di lokasi pada pukul 18.50 WIB, yang disambut oleh Ketua DKM Masjid.

AYO BACA : Pelebaran Jembatan Otista Ditunda Hingga 2020

Sebelum melaksanakan salat tarawih, terlebih dahulu Jokowi melaksanakan salat Isya berjemaah. Setelah itu, ia mengikuti salat tarawih yang berjumlah 11 rakaat.

Selesai tarawih pada pukul 20.30 WIB, Jokowi pun meninggalkan Masjid Jenderal Besar Soedirman untuk kemudian kembali ke Wisma Bayurini Istana Kepresidenan Bogor. Di malam itu ia sempat membahas rencana operasional Light Rail Transit (LRT) masuk Kota Bogor dengan Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim.

AYO BACA : Ini Penataan Transportasi di Bogor, dari LRT hingga Tol BORR

"Konsen saya kan soal transportasi, beliau menanyakan tentang dua hal. Pertama kesiapan Kota Bogor terkait dengan 'project' LRT masuk ke Kota Bogor," kata Dedie.

Dia mengatakan bahwa Jokowi juga menanyakan lokasi yang akan dijadikan sebagai stasiun LRT jika pembangunannya masuk ke kota hujan itu. "Kedua, beliau menanyakan titiknya di mana, stasiunnya nanti di mana. Nanti kita akan koordinasikan dengan pusat," kata dia.

Dedie mengatakan bahwa kehadiran LRT mampu mengakomodasi mobilitas 120.000 warga Bogor per hari.

Ia memperkirakan 30 persen pengguna kereta rel listrik (KRL) dan 40 persen pengguna kendaraan roda empat akan beralih ke LRT.

“Kenapa 40 persen? Karena pada tahun 2020 Pemprov DKI Jakarta akan menerapkan sistem Electronic Road Pricing (ERC). Jadi, dari Bogor ke Jakarta para pengguna mobil harus dua kali bayar tol. Ini harus diantisipasi," kata mantan direktur di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu.

AYO BACA : Sambut Ramadan, Jokowi Belanja Alat Dapur dan Baju di Mall

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar