Yamaha

Kecam Vandalisme, Muda-mudi Bandung Buat Mural Berjemaah di SLB C Plus Asih Manunggal

  Sabtu, 04 Mei 2019   Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Sekitar 30 relawan membuat mural berjamaah di dinding Sekolah SLB C Plus Asih Manunggal yang sempat menjadi sasaran vandalisme sekelompok oknum anarkis saat May Day 2019, Rabu (1/5/2019) lalu. (Eneng Reni Nuraisyah Jamil/ayobandung.com)

COBLONG, AYOBANDUNG.COM -- Sekitar 30 sukarelawan membuat mural berjamaah di dinding Sekolah SLB C Plus Asih Manunggal. Sukarelawan ini terdiri dari mahasiswa, anak-anak muda Bandung, hingga komunitas desainer dan ilustrator yang peduli untuk memperbaiki dinding sekolah. Maklum, sekolah ini sempat menjadi sasaran vandalisme sekelompok oknum anarkis saat May Day 2019, Rabu (1/5/2019) lalu.

Namun tak perlu khawatir, pasalnya saat ini tembok sekolah berkelir oranye berangsur mulai bersih. Simbol "A"--maksudnya anarkisme-- yang sempat mengotori dinding dan coretan "ACAB", yang artinya All Cops Are Bastards mulai berganti dengan gambar-gambar lucu nan penuh warna.

Koordinator kegiatan, Irvina Anissa menyampaikan inisiasi mural di dinding sekolah ini awalnya tergerak dari para pengguna internet khususnya Instagram. Irvin yang juga seorang influencer Bandung yang mahir dalam mural itu mengaku tergerak untuk melakukan aksi sosial bersama rekan lainnya mengubah coretan vandalisme itu menjadi karya seni.

AYO BACA : 2 Perwarta Foto Alami Kekerasan oleh Polisi Saat Liput Kericuhan

"Jadi memang kita ini ketemu di sosial media, karena banyak juga bukan saya aja yang menghubungi. Cuman saya gabungin semuanya kita bikin grup WA gitu, saya juga undang kepala sekolahnya kita minta izin dulu karena gak mungkin ujug-ujug 'ngapain nih langsung ngecat, kamu siapa?' Akhirnya kita bikin grup terus kordinasi untuk kegiatan mural ini karena temen-temen saya juga tahu saya bisa mural jadi pada inisiatif coba bantu," ungkap Irvin kepada Ayobandung.com di lokasi, Sabtu (4/5/2019).

Gayung bersambut, Irvin menyebut banyak sesama rekan seniman, komunitas, hingga pengikutnya di Instagram menyambut baik ajakan untuk menggambar mural di dinding sekolah yang teletak di daerah Dipatiukur, Kota Bandung itu. Bahkan mereka yang tidak bisa hadir, kata Irvin, dengan sukarela memberikan bantuan untuk kebutuhan logistik cat dan konsumsi para relawan.

"Kita sama sekali sebetulnya gak ada buka donasi apapun, tapi karena mungkin follower saya agak banyak, temen-temen saya juga ada yang punya usaha makanan, minuman, mereka kayak kirim. Dari luar kota juga ada yamg nitip dana buat beli cat, dll. Pada akhirnya kita gak ngeluarin uang pribadi, jadinya kolektif, Bandung banget lah udunan," lanjutnya.

AYO BACA : Polisi Pulangkan Sebagian Pelaku Vandalisme di Bandung

Sementara itu, Irvin mengaku hasil donasi yang didapat usai kegiatan ngemural ini sepenuhnya akan diberikan pada pihak sekolah untuk memperbaiki jikalau ada kerusakan di dalam gedung sekolah. Apalagi secara pribadi Irvin mengaku cukup prihatin dengan kondisi dinding sekolah setelah jadi sasaran vandalisme.

Terlebih sebagai warga Bandung yang kerap melewati jalan tempat sekolah itu berada, Irvin jengah dengan coretan tak sedap dipandang itu. Irvin juga menyayangkan dan sangat prihatin dengan kejadian yang menimpa fasilitas sekolah.

"Kebetulan saya juga pernah ngajar ekstrakurikuler untuk adik-adik disabilitas jadi memang warna itu juga bisa jadi art therapy juga buat mereka. Dan, yang lebih bikin saya tergerak sih memang karena begitu kita bicara dengan kepala seolah banyak anak yang trauma, ada yang menangis karena mereka lihat di tv. Untungnya juga waktu itu libur sekolah. Coba bayangkan kalau lagi enggak libur ada kejadian itu, kita tahu mereka lebih sensitif, lihat seperti ini ketakutannya akan lebih," katanya.

Alhasil usai menggambar mural ini, Irvin dan sesama sukarelawan mural berharap bisa menumbuhkan keceriaan siswa-siswi di sekolah tersebut. Irvin pun berharap dengan kehadiran mural warna-warni nantinya trauma siswa akan hilang dan berganti menjadi keceriaan. Apalagi mural yang dilukis bakal bertemakan keceriaan khas anak-anak. Semisal bunga, mobil-mobilan, tumbuhan, kupu-kupu hingga kata-kata penyemangat.

"Harapannya sederhana aja sih agar bisa buat seneng lagi pas belajar. Lagian kalau sekolah nanti lebih baik dengan kehadiran mural. Juga biar mereka seneng aja sekolahnya, enggak trauma, dan bisa lupa dengan kejadian yang mereka lihat di tv. Insyaallah lebih bagus lebih berwarna," ujarnya.

AYO BACA : Polisi Tetapkan 2 Tersangka Aksi Vandalisme di Bandung

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar