Yamaha Lexi

Pertama di Indonesia, Angkot Online Diluncurkan di Kota Bekasi

  Jumat, 03 Mei 2019   Ananda Muhammad Firdaus
Peluncuran angkot online Kota Bekasi, Jumat (3/5/2019). (Ananda M Firdaus/ayobandung).

BEKASI SELATAN, AYOBEKASI.NET--Kota Bekasi dinilai sebagai daerah strategis untuk menerapkan angkot berbasis aplikasi daring atau online melaui aplikasi yang bernama TRON milik PT Teknologi Rancang Olah Nusantara (PT TRON). 

Peluncuran secara resmidilakukan pada Jumat (3/5/2019) setelah rangkaian uji coba sebulan kebelakang. PT TRON menyebut aplikasi yang disediakannya baru pertama kali diterapkan di Indonesia dan sengaja memilih Kota Bekasi. 

Bekasi merupakan daerah pertama. Tapi rencananya kami menargetkan bisa beroperasi selain di Bekasi. Kita akan lihat dulu perkembangannya, kata Kepala Komunikasi Perusahaan PT TRON, Andy M. Saladin.

Dijelaskan, pembangunan proyek-proyek taraf nasional di Kota Bekasi sangat banyak. Antara lain seperti proyek LRT, pembangunan lintasan kereta api dwiganda, kereta cepat Jakarta-Bandung, dan pembangunan Jakarta-Cikampek Elevated. 

Melihat masifnya pembangunan moda serta infrastrukur transportasi tersebut, maka menjadi alasan adanya angkot online. Angkot dijadikan feeder atau pengumpan agar masyarakat terbiasa kembali menggunakan transportasi umum. Sementara basis daring diciptakan untuk meningkatkan peran angkot sebagai sarana trasportasi masyarakat. 

Andy yakin seiring diluncurkannya moda transportasi angkot online, angkot akan kembali ke masa jayanya. Terlebih, kata dia, dibanding yang lain, angkot punya kelebihan tersendiri untuk digunakan penumpang seperti karena tarifnya yang terbilang sangat murah Rp3.000 dalam masa promo dan Rp5.000 untuk tarif pasca promo. 

Contoh gampangnya adalah pada saat hujan, penumpang bisa menggunakan transportasi ini yang lebih murah dibandingkan taksi online, ungkapnya.

Mengenai kepastian peningkatan penumpang, Andy mengatakan melalui aplikasi, jika sang sopir rajin bekerja. Maka pendapatannya akan kian naik, berbeda dengan pendapatan angkot konvensional. 

Selain itu, para sopir diperlakukan sebagai mitra kerja sehingga tidak dibebankan setoran pada pihaknya. Untuk saat ini, pihaknya baru meluncurkan sebanyak 30 unit angkot untuk jurusan K-11A dan K-11. Dia mengharapkan jumlah itu meningkat seiring pemasukan para supir yang semakin membaik. 

Kami melihat potensi pasar yang cukup besar untuk trayek tersebut dan tentunya juga berdasarkan rekomendasi dari Dinas Perhubungan Kota Bekasi, tandasnya. 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar