Yamaha Aerox

Masjid Jadi Saksi, Lahar Galunggung Tak Terjang Kikisik

  Jumat, 03 Mei 2019   Irpan Wahab Muslim
Masjid Kikisik yang masih berdiri tegak, tidak tersentuh lahar saat letusan Galunggung. (Irpan Wahab/ayotasik).

TASIK, AYOBANDUNG.COM--Masjid yang memiliki desain sederhana di komplek Pesantren Kikisik di Desa Gunungsari, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya menjadi salah satu saksi peristiwa hebatnya letusan Gunung Galunggung pada tanggal 5 April 1982 silam. 

Kini setelah 37 tahun berlalu, masjid yang berada di komplek pesantren itu kini masih berdiri tegak. Padahal saat itu, bangunan yang ada di sekitar masjid porak poranda dan hancur akibat terjangan lahar yang dimuntahkan Galunggung. 

Makmun (80), salah seorang warga kikisik saat ditemui di rumahnya oleh Ayotasik.com, menuturkan, lahar yang dikeluarkan Galunggung merusak bangunan dan pohon yang ada di wilayah Kikisik. 

Harita mah meni keueung pisan, seueur anu ngungsi ngungsi ka daerah anu lain. Karana sieun ku bituna galunggung, papar Makmun, Jumat (3/4/2019).

Wilayah Kikisik sendiri, hanya berjarak 5 Km dari Gunung Galunggung. Tetapi anehnya, aliran lahan tidak menerjang wilayah kikisik. Justru, lahan hanya melewati dan mengalir ke arah selatan dan utara perkampungan. 

Waktu harita kang ajengan Ahmad Sadili, ngadamel bebentengan tina gebog cau ditutupan barangbang di luhur Kikisik. Subhanalloh tapi eta kuat nahan lahan jadi laharna teu kadieu,  tambah Mukmin. 

Hal senada dikatakan,  Hasan Hudri (60) salah satu putra dari pendiri pesantren Kikisik Ahmad Sadili. Hasan menuturkan, saat letusan Galunggung ia mendapatkan perintah dari ayahnya untuk melihat kondisi pagar yang terbuat dari Gedebog pisang yang ditutupi pelepah pohon kelapa. 

Saya liat pagar itu masih ada dan pada tempatnya. Saya kembali lagi dan lapor ke bapak waktu itu,  papar Hasan. 

Berkat pagar yang dibuat oleh Ahmad Sadili itu dan dengan pertolongan Alloh Swt, lahar akhirnya masuk ke aliran sungai Cibanjaran dan hanya melewati area perkampungan Kikisik. Hanya saja, area perkampungan tertutupi abu vulkanik. 

Alhamdulilah hakikatnya pertolongan Alloh, lahan teh jadi ka arah kidul. Alhamdulilah masjid sareng perkampungan mah aman we harita teh,  tambah Hasan. 

Dengan masih berdirinya Masjid itu, lanjut Hasan, ratusan masyarakat mengungsi ke masjid dan bangunan pesantren. 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar