Yamaha Mio S

Soal Tarif Baru, Pengemudi Ojol Khawatir Ditinggalkan Pelanggan

  Jumat, 03 Mei 2019   Anya Dellanita
Ilustrasi pengemudi ojek online. (selular)

AYO BACA : 12 Artis yang Berpeluang Lolos ke DPR RI

AYO BACA : Soal Adisomad: Klarifikasi Andre Taulany dan Tanggapan Ustaz Adi Hidayat

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Menanggapi keputusan Kementerian Perhubungan yang menetapkan aturan besaran tarif ojek online (ojol) per 1 Mei 2019, salah seorang pengemudi mengatakan dia bersyukur dengan adanya aturan tersebut.

Budi Priatna, nama pengemudi ojol tersebut, mengatakan sebenarnya dirinya bersyukur dengan adanya kenaikan besaran tarif. Menurutnya, hal itu menguntungkan para pengemudi karena sebelumnya tarif per kilometer terlalu murah.

"Kalau saya sih justru senang. Soalnya kan gimana lagi saya emang nyari uang. Buat saya kemarin itu terlalu murah. Perkilometer cuma sekitar Rp4000," ujar Budi sambil menyetir, Senin (1/5/2019).

"Sekarang banyak yang jadiin ngojol itu pekerjaan tetap, jadi saya juga yakin banyak yang setuju. Apalagi kalau banyak yang bayar pakai cash," lanjutnya.

Walaupun Budi mengaku senang akan kenaikan tarif, di satu sisi dia sedikit khawatir usaha ngojolnya jadi sepi.

"Ya saya agak takut juga sih, kan naik tuh. Gak semua penumpang bisa nerima," kata dia.

Pendapat serupa juga diungkapkan pengemudi lain, Ahmad Zahili. Dia mengatakan, yang ditakutkan adalah sepinya orderan.

"Gak masalah soal tarifnya, toh kebanyakan orang pakai ovo kan? Itu kan masuknya ke rekening jadi harus ngambil dulu, gak langsung ada di kantong. Nambah sih, tapi gak banyak. Yang jadi masalah ya itu, customer. Saya takutnya malah jadi sepi," kata Ahmad sambil menyetir, Kamis (2/5/2019).

"Jadi intinya saya mah bukan bersyukur, malah menyayangkan," lanjut dia.

Sementara itu, salah satu pengguna ojol, Nida, mengaku dirugikan dengan adanya aturan ini.

"Agak kecewa sih ya. Saya kan tiap hari pakai ojol, bahkan yang deket aja pakai ojol. Kalau gini kan saya jadi susah dan ngerugiin kami (konsumen)," kata Nida saat ditemui.

Sementara itu, VP Corporate Affairs Gojek, Michael Reza Say mengatakan pihaknya menyambut baik Permenhub No.12/2019 tersebut. Menurutnya, hal itu sejalan dengan prioritas utama Gojek yang senantiasa mengutamakan keamanan dan keselamatan mitra pengemudi dan pelanggan.

"Terkait dengan pedoman tarif yang dikeluarkan melalui Kepmenhub No. 348/2019, kami melihat maksud positif atas penetapan tarif batas bawah. Hal ini sejalan dengan semangat GOJEK untuk menjaga iklim usaha yang sehat serta memberikan peluang penghasilan yang berkesinambungan kepada mitra kami," kata Michael Reza dalam statement yang diberikannya pada ayoabandung.

Untuk melihat dampak dari hal tersbeut, mulai tanggal 1 Mei 2019, Gojek akan melakukan uji coba tarif baru di lima kota operasinya.

"Kami akan terus memonitor dan mengevaluasi hasil dari uji coba ini guna memastikan terciptanya keseimbangan permintaan pelanggan demi terjaganya keberlangsungan pendapatan mitra kami," tutur Michael Reza.

AYO BACA : 4 Tempat Sarapan Legendaris dan Murmer di Bandung

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar