Yamaha Lexi

Toteng Suhara, Guru Terbaik se-Bandung Ungkap Cara Mengajarnya

  Kamis, 02 Mei 2019   Nur Khansa Ranawati
Guru Bahasa Inggris di SMAN 8 Bandung, Toteng Suhara. (Nur Khansa/ayobandung)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Guru Bahasa Inggris di SMAN 8 Bandung, Toteng Suhara, saat ini telah berhasil menyabet dua penghargaan sebagai Guru Terbaik se-Kota Bandung, yang diberikan pada 2018 dan 2019.

Predikat tersebut tidak serta-merta tersemat. Ada keunggulan dalam kegiatan belajar mengajar ala Toteng, yang mungkin tidak banyak dimiliki guru-guru sekolah lain pada umumnya.

"Kita harus punya metode model gaya dalam megajar sehingga bisa diadopsi oleh guru lain. Berinovasi," ungkap Toteng ketika ditemui Ayobandung.com di ruang kerjanya di SMAN 8 Bandung, Kamis (2/5/2019).

Inovasi yang dikedepankan Toteng hingga mendapat penghargaan tersebut adalah caranya dalam memadukan permainan dengan pembelajaran Bahasa Inggris. Dia kerap 'memodifikasi' bahan-bahan ajar yang dimuat dalam kurikulum agar dapat tersampaikan dengan cara yang lebih menyenangkan dan interaktif pada murid-murid didiknnya.

"Apalagi kelas Bahasa Inggris saya kan cuma dua jam di jam pelajaran terakhir, tidak bisa memaksakan diri (mengajar serius)," jelasnya.

Pembelajaran interaktif yang diterapkan salah satunya adalah melakukan tebak-tebakan nama artis menggunakan Bahasa Inggris yang dilakukan secara per-kelompok. Meski terdengar sepele, hal tersebut sesungguhnya dapat melatih anak berkomunikasi dengan bahasa Inggris dengan teman-temannya dengan cara yang lebih santai, jauh dari suasana tegang.

"Kadang inspirasinya datang mendadak. Ketika melihat anak-anak sudah bete, saya tidak memaksakan. Jadi dibuat game," jelasnya.

AYO BACA : Soal Adisomad: Klarifikasi Andre Taulany dan Tanggapan Ustaz Adi Hidayat

Selain itu, dia juga meminta murid-muridnya untuk belajar berbicara bahasa Inggris dengan merekam hal yang mereka kerjakan sehari-hari lewat ponsel masing-masing. Mulai dari berangkat sekolah, saat terjebak macet, dan sebagainya, untuk kemudian diperdengarkan di ruang kelas.

Untuk materi pemahaman lagu yang dimuat dalam kurikulum ajar bahasa Inggirs tingkat SMU, Toteng juga memiliki cara santai namun mendidik dalam menajarkannya pada murid.

"Mereka diminta membuat grup, kemudian menyanyikan lagu favorit mereka yang berbahasa Inggris. Setelah itu mereka harus menjelaskan kembali makna dari lagu tersebut. Ketika mereka bebas disuruh mencari hal yang mereka sukai, mereka jadinya senang," jelasnya.

Hal-hal di ataslah yang kemudian menjadikannya menyandang predikat Guru Terbaik se-Kota Bandung pada 2018, selain juga keaktifannya dalam organisasi. Saat ini, dirinya juga menjabat sebagai Ketua MGMP Jawa Barat bidang Bahasa Inggris.

Untuk penghargaan serupa yang diraihnya pada 2019, Toteng mengambil best practice dalam meningkatkan kemampuan berbicara dan menulis bahasa Inggris melalui metode subtitle. Murid didik diminta untuk mengunduh video musik berbahasa Indonesia, untuk kemudian diterjemahkan ke bahasa Inggris dengan menambahkan subtitle di bawah video tersebut.

Tak hanya belajar Bahasa Inggris, otomatis murid pun jadi diminta untuk memahami teknologi kekinian dalam bidang video editing.

"Enaknya zaman sekarang anak-anak kan lebih canggih. Mereka senang kalau  diminta untuk ngajarin gurunya (teknologi). Mereka juga jadi belajar bicara bahasa Inggris karena diskusi dan belajar menulis karena dalam menerjemahkan itu harus tepat grammar-nya," jelasnya.

Saat ini, dirinya tengah mempersiapkan diri untuk kembali bersaing meraih predikat guru terbaik di tingkat Jawa Barat.

AYO BACA : 5 Film Marvel yang Ditunggu Setelah

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar